SURAT TERBUKA Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA NTB) Kepada Yth. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 05 03 15 38 19 11 965bbf4d18d205f782c6b8409c5773a42

lpkpkntb.com – NTB – Perihal: Pernyataan Sikap atas Pelayanan Tidak Layak dan Dugaan Praktik Pungutan di Objek Wisata Benang Stokel/Kelambu.

Baca Juga:Politisi Demokrat Soroti BPPD NTB: Promosi Pariwisata Tak Terlihat, Hanya Bebani APBD, Tak Ada Hasil Nyata!

Dengan hormat,
Kami dari Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA NTB) menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu guide saat menjalankan tugas mendampingi wisatawan ke objek wisata Air Terjun Benang Stokel/Kelambu, Lombok Tengah.

Screenshot 2025 05 03 15 32 35 51 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122

Lebih dari itu, kami juga mencatat adanya dugaan praktik pembagian biaya yang tidak transparan, khususnya bagi wisatawan paket domestik maupun mancanegara (bule). Misalnya:

  • Untuk rombongan tamu sebanyak 10–12 orang, mereka dibagi menjadi dua grup, dan setiap grup dikenakan biaya Rp50 ribu untuk guide lokal. Dengan begitu, total Rp100 ribu hanya untuk pemandu lokal, di luar dari tiket masuk Rp10 ribu per orang (total Rp120 ribu).

  • Namun jika tamu hanya dua orang, mereka tetap dikenakan tiket Rp20 ribu dan Rp50 ribu tambahan untuk guide lokal.

Screenshot 2025 05 03 15 33 03 91 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122

Praktik ini menimbulkan kebingungan dan kesan tidak profesional, apalagi tidak ada dasar aturan atau papan informasi resmi yang menjelaskan sistem pembagian biaya tersebut.

Maka dari itu, kami SAPANA NTB menyatakan:

  1. Mendesak Dinas Pariwisata NTB dan Dinas terkait di Lombok Tengah untuk mengevaluasi dan menertibkan sistem pengelolaan di Benang Stokel/Kelambu.

  2. Menolak segala bentuk pemaksaan belanja atau konsumsi di warung tertentu sebagai syarat kunjungan wisata.

  3. Menuntut kejelasan dan keterbukaan mengenai struktur biaya yang dikenakan kepada wisatawan, termasuk biaya pemandu lokal.

  4. Meminta penyediaan papan informasi resmi terkait harga, aturan, dan mekanisme kunjungan agar tidak terjadi kebingungan dan konflik di lapangan.

  5. Mengajak seluruh pengelola objek wisata di NTB untuk mengedepankan pelayanan yang ramah, jujur, dan menjunjung tinggi etika pariwisata.

Kami siap bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk merumuskan solusi terbaik demi menjaga nama baik pariwisata NTB.

Demikian surat terbuka ini kami buat sebagai bentuk tanggung jawab moral kami terhadap dunia pariwisata dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke NTB.

Hormat kami,
SAPANA NTB
(Sahabat Pariwisata Nusantara Nusa Tenggara Barat).