Kampus Bisa Jadi Sarang Predator? Akademisi NTB Bongkar Masalah Psikologis Dosen

Avatar of lpkpkntb
Kampus Bisa Jadi Sarang Predator? Akademisi NTB Bongkar Masalah Psikologis Dosen
Akademisi NTB Didin Septa Rahmadi. M.Pd. (Dok. Pribadi). Kampus Bisa Jadi Sarang Predator? Akademisi NTB Bongkar Masalah Psikologis Dosen

Salah satu akademisi dari perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Didin Septa Rahmadi, S.Pd., M.Pd., menanggapi serius maraknya pemberitaan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswa.

Baca Ini:Terbongkar! Dosen UIN Mataram Diduga Cabuli Mahasiswi, Dilaporkan ke Polda NTB

Menurut Didin, peristiwa semacam ini sangat memprihatinkan dan bisa merusak citra lembaga pendidikan tinggi. Ia menilai bahwa sebelum seseorang menjadi dosen, kondisi psikologisnya harus dipastikan sehat dan stabil.

“Dosen itu perlu diberikan pendampingan psikologis sejak awal. Jangan hanya dilihat dari kemampuan akademiknya saja. Kampus harus punya lembaga atau layanan psikologi yang aktif dan dapat melakukan asesmen serta pembinaan secara berkala,” tegas Didin.

Baca Juga:Nenek 71 Tahun Di Perkosa Seorang Pemuda 21 Tahun, Kronologis nya Bikin!

Ia menambahkan bahwa kejadian seperti ini bisa membuat stereotip negatif berkembang di masyarakat. “Jangan sampai masyarakat menganggap bahwa kampus adalah tempat yang rawan kasus kekerasan seksual. Ini sangat merugikan, baik bagi institusi maupun mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Didin berharap agar perguruan tinggi di NTB segera membentuk unit khusus yang menangani aspek kesehatan mental sivitas akademika. Dengan begitu, potensi penyimpangan perilaku dapat dicegah sejak dini.