Jagat maya dihebohkan dengan unggahan viral yang menyebutkan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jepang meninggal dunia akibat mengonsumsi kentang bertunas. Kabar ini menyebar luas di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), memicu keprihatinan sekaligus kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya kentang bertunas.
Baca:Jadwal CPNS 2025 Terbit: Siapkan Berkas dan Cek Link Resmi SSCASN Sekarang
Awal Mula Kabar Viral
Kabar tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @tanyarlfes, yang menyebut bahwa seorang TKI meninggal setelah mengonsumsi kentang yang sudah mulai bertunas. Meski belum ada informasi resmi dari pihak keluarga atau otoritas kesehatan Jepang, unggahan ini langsung menyebar dan viral di berbagai platform.
Komentar netizen pun beragam, mulai dari yang menyayangkan insiden tersebut, hingga yang mempertanyakan kebenarannya. Namun satu hal yang pasti, isu ini telah membuka diskusi luas mengenai keamanan pangan, khususnya konsumsi kentang yang tidak layak makan.
Bahaya Kentang Bertunas
Secara ilmiah, kentang yang bertunas atau berubah warna menjadi kehijauan memang mengandung senyawa beracun yang disebut glikoalkaloid, terutama solanin. Senyawa ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami tanaman, namun bila dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan gejala seperti:
-
Mual dan muntah
-
Sakit perut
-
Diare
-
Gangguan sistem saraf
-
Dalam kasus ekstrem, dapat menyebabkan kematian
Namun para ahli menyatakan, keracunan serius akibat glikoalkaloid dari kentang sangat jarang terjadi dan biasanya melibatkan konsumsi dalam jumlah besar atau kentang yang sudah sangat busuk.
Klarifikasi dan Imbauan
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas di Jepang terkait insiden tersebut. Sejumlah media menyebut bahwa kabar meninggalnya TKI tersebut masih berupa dugaan yang belum terbukti secara medis.
Meski demikian, para ahli gizi dan kesehatan masyarakat mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengolah kentang:
-
Hindari kentang yang sudah bertunas atau berubah warna menjadi hijau.
-
Buang bagian yang mencurigakan dan jangan ragu untuk membuang seluruh kentang bila perlu.
-
Masak kentang hingga benar-benar matang.
-
Simpan kentang di tempat sejuk dan gelap untuk mencegah pertumbuhan tunas.
Penutup
Kabar viral ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam memilih dan mengolah bahan makanan. Terlepas dari benar atau tidaknya insiden yang terjadi, kesadaran akan bahaya laten dari makanan yang tidak layak konsumsi harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas, termasuk para pekerja migran yang kerap memasak sendiri dalam keterbatasan.
Waspada boleh, panik jangan. Konsumsi pangan sehat dimulai dari dapur yang bersih dan informasi yang tepat.
