Pemilihan ketua berlangsung dengan dinamika tersendiri, terutama saat peserta membahas mekanisme pemungutan suara. Perbedaan pendapat muncul antara pihak yang menginginkan pemilihan secara terbuka dan pihak yang mengusulkan sistem tertutup.
Mengutip pemberitaan Radar Lombok, mekanisme pemilihan akhirnya ditentukan melalui pemungutan suara. Sebanyak 43 pemilik suara memilih sistem terbuka, sedangkan 30 lainnya mendukung mekanisme tertutup.
Setelah mekanisme pemilihan disepakati, proses pemungutan suara untuk menentukan ketua KONI NTB periode berikutnya pun dilaksanakan.
Hasilnya, Mohan Roliskana memperoleh 45 suara, sementara Mori Hanafi meraih 29 suara. Adapun dua suara lainnya dinyatakan abstain dari total 76 suara.
Perolehan tersebut memastikan Mohan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin KONI NTB selama empat tahun mendatang. Penetapan hasil pemilihan disampaikan oleh pimpinan sidang Musorprovlub KONI NTB, Baiq Isvie Rupaers.
Terpilihnya Mohan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di NTB. Konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas atlet, serta penguatan program pembinaan menjadi sejumlah aspek penting dalam mendorong prestasi olahraga daerah.
Ke depan, kepengurusan KONI NTB diharapkan mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus cabang olahraga dan pemerintah daerah, guna mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
