Kasus Investasi FEC Menimpa Kalangan Pejabat, Mencatut Nama Bupati Lombok Tengah

lpkpkntb.com – Nama Lalu Damarwulan menjadi mencuat di berbagai media lantaran bisnis investasi FEC yang saat ini sedang viral, Bahkan sempat mengunggah postingan dengan Bupati Lombok Tengah saat berkunjung silaturahmi ke ruang kerjanya.

Undangan bupati Lombok Tengah untuk meresmikan kantor FEC Lombok di Penujak pun beredar luas di berbagai media sosial.

Menanggapi berita yang menyudutkan namanya, Bupati Pathul Bahri yang juga ketua PCNU Lombok Tengah akhirnya angkat suara.

Baca juga;

Daftar Nama Korban FEC, Lengkap Nominalnya Mulai Dari Ratusan Ribu Hingga Ratusan Juta Total 153 Member

Hal itu disampaikan Bupati Pathul Bahri dalam peringatan hari olahraga nasional (Haornas) di kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (8/9).

Melalui aplikasi whatsapp media juga mendapatkan kiriman dari salah satu member seperti ini;

Sementara dilansir dari laman Tribunlombok. Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, SIP MAP tegas mendukung proses hukum untuk mengungkap kasus bisnis FEC yang melibatkan namanya.

“Saya pastikan nama saya dicatut dalam kasus tersebut tanpa persetujuan dari saya. Meskipun pernah diundang untuk menghadiri acara launching kantor FEC, saya tidak pernah hadir dalam acara tersebut,” tegas Pathul.

Bupati menyatakan terkejut saat mengetahui adanya karangan bunga yang dikirim atas namanya, meskipun pihaknya tidak pernah memesan karangan bunga tersebut.

Bupati meminta penegak hukum untuk segera menyelesaikan persoalan ini, mengingat banyaknya korban yang terlibat dalam kasus ini.

Baca juga;

Demem Investasi FEC Seorang Guru Madrasah Asal Lombok Tengah Merugi Ratusan Juta, Bahkan Rp 300 Juta Tak Bisa Dicairkan

Ia menegaskan, meskipun pernah memberikan izin untuk pengambilan foto dirinya oleh pebisnis FEC di kantornya, itu hanyalah permintaan lumrah yang diizinkannya sebagai seorang bupati.

Namun, hal itu tidak ada kaitan dengan dirinya terlibat dalam bisnis FEC.

Menurut Bupati Pathul Bahri, kedatangan sejumlah petinggi FEC menemui dirinya untuk menyampaikan keinginan menyewa Hotel Aerotel sebagai kantor.

Dia mempersilakan melalui mekanisme yang telah diatur. Akan tetapi mereka tidak melanjutkan proses penyewaan tersebut.

Bupati menyampaikan, sejak awal ia memiliki keraguan terhadap keuntungan yang dijanjikan oleh FEC, yang menurutnya tidak masuk akal.

Baca juga;

Total Kerugian Rp 35 Miliar Korban FEC Mendatangi Bareskrim Polri

Namun demikian ia tidak memiliki kewenangan untuk menuduh bisnis tersebut sebagai penipuan.

Dalam kasus ini, Bupati Lombok Tengah sangat dirugikan oleh tindakan pihak FEC yang mencatut namanya tanpa izin untuk kepentingan mereka sendiri.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri (kiri) dengan bos FEC Cabang Lombok, Lalu Damarwulan. Damar sempat bertemu bupati untuk menyampaikan keinginannya menyewa Aerotel sebagai kantor/Istimewa.

Dalam Kasus FEC ini telah menimbulkan berbagai polemik di masyarakat khususnya di kabupaten Lombok Tengah, dan harapan bupati penegak hukum dapat segera membawa kejelasan dalam kasus ini demi keadilan bagi para korban.

“Saya berpesan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dengan modus penipuan serupa. Bisa saja sekarang FEC hilang, nanti muncul lagi hal serupa tapi bungkusnya berbeda,” imbuhnya.

Baca juga;

NTB BUKA 12.948 Formasi Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis Dari 11 Pemda, Cek Jadwal Lengkapnya

Bahkan diberitakan dimedia mulai dari kalangan pejabat, staf sampai warga Kota Mataram menjadi korban investasi online Future E-Comerce (FEC).

Mereka tergiur dengan perolehan pendapatan tanam saham sehingga beramai-ramai berinvestasi. Tetap Waspada!. **