GP Ansor Lombok Barat Minta Bupati Pecat Dirut PT Tripat, Pengelolaan Taman Narmada Jadi Pemicu

blank
blank

LOMBOK BARAT – Desakan agar jajaran direksi PT Tripat (BUMD Lombok Barat) dievaluasi semakin menguat. Kali ini, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lombok Barat secara terbuka meminta Bupati Lombok Barat untuk segera memecat Direktur Utama PT Tripat, Wewe Anggreaningsih.

GP Ansor menilai kepemimpinan PT Tripat saat ini gagal menjalankan fungsi BUMD sebagaimana mestinya dan justru memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca:Aspirasi Jalan Penujak, Bonder, Banyu Urip Lombok Tengah Menggema di Reses DPR RI Abdul Hadi

Sekretaris GP Ansor Lombok Barat, Suhaili, menegaskan bahwa manajemen PT Tripat dinilai tidak mampu mengelola aset daerah dengan baik, terutama terkait pengelolaan Taman Narmada, salah satu ikon wisata sekaligus situs bersejarah di Lombok Barat.

Menurut Suhaili, kondisi tersebut bertentangan dengan semangat pembangunan Bupati Lombok Barat yang ingin mendorong kemajuan daerah dari tingkat desa.

Baca:Reses Anggota DPR RI Abdul Hadi di Mataram, Infrastruktur hingga Pariwisata NTB Jadi Sorotan

Wewe Anggreaningsih tidak mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati. Jadi kita minta diganti saja daripada merusak sistem di Lombok Barat, sebelum dia melangkah lebih jauh dalam mengelola Taman Narmada ini,” tegas Suhaili dalam keterangannya kepada media.

Ia menilai ketidakmampuan Dirut PT Tripat dalam mengelola aset daerah berpotensi menimbulkan kerusakan sistem tata kelola secara luas di Lombok Barat.

Suhaili juga menekankan bahwa BUMD seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sejalan dengan komitmen pemerintah, bukan malah menjadi sumber konflik baru di tengah masyarakat.

“BUMD harusnya memperkuat ekonomi rakyat, bukan menambah masalah,” ujarnya.

Sorotan Taman Narmada Kian Tajam

Sorotan terhadap pengelolaan Taman Narmada oleh PT Tripat sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, tokoh nasional Bambang Haryo Soekartono (BHS) juga sempat melontarkan kecaman keras terkait kebijakan penebangan pohon-pohon tua di kawasan Taman Narmada.

BHS menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perusakan terhadap warisan budaya dan sejarah yang seharusnya dilestarikan.

Taman Narmada adalah situs sejarah yang luar biasa. Memotong pohon-pohon berusia ratusan tahun berarti merusak identitas budaya kita,” ujar BHS saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.

Kritik dari berbagai pihak tersebut mengerucut pada satu kesimpulan: PT Tripat dinilai lebih mengedepankan aspek komersial jangka pendek dibanding pelestarian nilai sejarah dan pemberdayaan masyarakat lokal.

GP Ansor pun mengaku khawatir, jika manajemen tidak segera dibenahi, Taman Narmada sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lombok Barat akan kehilangan marwahnya sebagai kawasan cagar budaya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Tripat belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan pencopotan jabatan Direktur Utama tersebut.