SDN 38 Ampenan Sukses Laksanakan PLP: Kepala Sekolah Apresiasi Kinerja Mahasiswa

Avatar of lpkpkntb
Keterangan Foto: Mahasiswa Pengenalan Lapangan Prasekolahan (PLP) UNU NTB berfoto bersama kepala sekolah, guru, dan staf SDN 38 Ampenan usai acara penarikan.
Keterangan Foto: Mahasiswa Pengenalan Lapangan Prasekolahan (PLP) UNU NTB berfoto bersama kepala sekolah, guru, dan staf SDN 38 Ampenan usai acara penarikan. (Dok. Mhs.PLP).

Mataram — Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) mahasiswa PGSD Universitas Nahdlatul Ulama NTB secara resmi ditarik kembali setelah menjalani proses pendampingan selama 45 hari di SDN 38 Ampenan, Kota Mataram.

Suasana ruang kelas yang menjadi tempat penarikan berlangsung hangat dan penuh apresiasi antara pihak sekolah dan para mahasiswa.

Kepala SDN 38 Ampenan, Suharni, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada mahasiswa yang telah aktif membantu proses pembelajaran. Ia menilai kehadiran mahasiswa PLP memberi warna baru bagi kelas dan memperkuat motivasi belajar siswa.
“Anak-anak menjadi lebih bersemangat karena ada kakak mahasiswa yang mendampingi. Semoga pengalaman di sekolah ini menjadi bekal penting bagi perjalanan profesi mereka ke depan,” ujarnya.

Penyerahan simbolis penarikan PLP di ruang kelas SDN 38 Ampenan bersama kepala sekolah, DPL, dan guru pamong.
Penyerahan simbolis penarikan PLP di ruang kelas SDN 38 Ampenan bersama kepala sekolah, DPL, dan guru pamong.

Setelah sambutan kepala sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hasbi, S.Pd., M.Or, menegaskan bahwa 45 hari PLP merupakan fondasi awal yang sangat penting dalam membentuk kompetensi, karakter, dan profesionalisme calon guru.
“Ini bukan sekadar kegiatan wajib kampus, tetapi fase pembentukan identitas seorang pendidik. Interaksi langsung dengan siswa, guru, dan budaya sekolah menjadi modal awal menuju guru profesional yang sesungguhnya,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Guru pamong, Rita Yasmila, S.Pd, yang selama ini membimbing mahasiswa di kelas, juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf apabila dalam proses pendampingan terdapat kekurangan. Ia mengaku bangga melihat perkembangan mahasiswa dari hari pertama hingga akhir pendampingan.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Semoga pengalaman di sini memberi pelajaran berharga bagi adik-adik semua,” ucapnya hangat.

Para mahasiswa juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, guru pamong, seluruh guru, dan siswa-siswa yang menerima mereka dengan baik. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan pengalaman otentik yang tidak tergantikan, mulai dari mengelola kelas, memahami karakter anak, hingga membangun komunikasi dengan warga sekolah.

Kegiatan penarikan PLP kemudian ditutup dengan foto bersama, dan penyerahan simbolis oleh DPL  kepada sekolah. Meski berlangsung sederhana, suasana acara terbawa haru karena hubungan emosional yang sudah terbangun selama lebih dari satu bulan.

Bagi para mahasiswa, PLP ini menjadi cerita awal mereka menapaki dunia pendidikan yang sesungguhnya. Sementara bagi sekolah, kehadiran mahasiswa menjadi energi tambahan yang membuat ruang kelas terasa lebih hidup.