Profil Dr. Ahmad Fauzan: Wakil Rektor I UNU NTB di Balik Lahirnya Pusat Studi Kebudayaan

Avatar of lpkpkntb
Profil Dr. Ahmad Fauzan: Wakil Rektor I UNU NTB di Balik Lahirnya Pusat Studi Kebudayaan
Profil Dr. Ahmad Fauzan: Wakil Rektor I UNU NTB di Balik Lahirnya Pusat Studi Kebudayaan

MATARAM – Kiprah akademisi di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) terus menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Salah satu figur yang menonjol adalah Wakil Rektor I Dr. Ahmad Fauzan, S.Th., MA yang aktif mendorong penguatan riset dan pengabdian masyarakat melalui berbagai program kebudayaan.

Baca:UNU NTB Gelar Buka Puasa Bersama, Spirit Pengabdian Ulama Bengkel Jadi Inspirasi

Melalui lembaga Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB, Dr. Ahmad Fauzan, S.Th., MA bersama tim berhasil menghadirkan berbagai program strategis yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan akademik, tetapi juga mendukung pembangunan berbasis kebudayaan di Nusa Tenggara Barat.

Sejak tahun 2018, Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB mendapat kepercayaan dari pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam berbagai program penting. Salah satu amanah awal yang diterima adalah mendampingi penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Provinsi NTB. Program ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan daerah yang berkelanjutan.

Kontribusi tersebut kemudian berlanjut pada periode 2019 hingga 2022 ketika Pemerintah Kabupaten Lombok Utara meminta tim Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB untuk merancang konsep pembangunan berbasis kebudayaan. Program ini menekankan pentingnya nilai-nilai tradisi, identitas lokal, serta kearifan masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari akar budaya masyarakatnya. Jika budaya menjadi basis kebijakan, maka pembangunan akan lebih berkelanjutan dan memiliki identitas yang kuat,” ungkap Dr. Ahmad Fauzan  dalam keterangannya.

Tidak hanya pada sektor perencanaan pembangunan, Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB juga terlibat dalam program nasional penguatan moderasi beragama. Pada tahun 2020, lembaga ini bekerja sama dengan Bimas di Kementerian Agama Republik Indonesia untuk melaksanakan program Moderasi Beragama berbasis komunitas adat. Program tersebut bertujuan memperkuat nilai toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.

Komitmen terhadap pengembangan kebudayaan daerah juga ditunjukkan pada tahun 2021 melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kota Mataram. Penyusunan dokumen strategis ini menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan kebudayaan di tingkat kota.

Peran Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB semakin meluas pada tahun 2023 hingga 2024. Pada periode tersebut, lembaga ini dipercaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat untuk menyusun muatan lokal berbasis budaya daerah yang diterapkan mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Program ini menjadi langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

Menurut Dr. Ahmad Fauzan , pendidikan berbasis kebudayaan memiliki peran besar dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat karakter bangsa.

“Anak-anak perlu mengenal budaya daerahnya sendiri. Dengan demikian mereka memiliki kebanggaan terhadap identitas lokal sekaligus mampu menghadapi arus globalisasi,” jelasnya.

Memasuki tahun 2025, kiprah Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB kembali mendapat pengakuan melalui sejumlah program strategis. Salah satunya adalah kepercayaan sebagai lembaga pelaksana kegiatan Museum Tematik, yang bertujuan memperkenalkan berbagai warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Pada tahun yang sama, lembaga ini juga terlibat sebagai tim revisi penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Provinsi NTB, sekaligus memperoleh dukungan penelitian dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terkait Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa peran akademisi dalam pengembangan kebudayaan semakin diakui secara nasional.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2026 Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB juga dipercaya sebagai tim panitia seleksi (pansel) Dewan Pendidikan. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa kontribusi lembaga tersebut semakin diperhitungkan dalam pengembangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan di daerah.

Sebagai Wakil Rektor I UNU NTB yang membidangi akademik, Dr. Ahmad Fauzan dikenal aktif mendorong integrasi antara riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Baginya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan budaya.

“Perguruan tinggi harus hadir memberi solusi bagi masyarakat. Melalui riset dan pengabdian, kampus dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pusat Studi Kebudayaan UNU NTB di bawah dukungan akademik Dr. Fauzan Azima diharapkan terus menjadi pusat kajian yang berkontribusi dalam pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan daerah.

Peran ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Nusa Tenggara Barat.