Viral! RMI-NU Beberkan Food Tray Impor dari Tiongkok Gunakan Pelumas Berbahan Minyak Babi

Avatar of lpkpkntb
Viral! RMI-NU Beberkan Food Tray Impor dari Tiongkok Gunakan Pelumas Berbahan Minyak Babi
Viral! RMI-NU Beberkan Food Tray Impor dari Tiongkok Gunakan Pelumas Berbahan Minyak Babi (Dok: Ist).

Jakarta,  – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta mengungkap hasil uji laboratorium yang menyatakan pelumas pada food tray impor asal Tiongkok positif mengandung minyak babi. Produk tersebut diketahui digunakan dalam program Milk and Biscuit for Growth (MBG) di Indonesia. Temuan ini disampaikan RMI-NU berdasarkan hasil investigasi lapangan dan uji lab di Shanghai, Tiongkok.

Baca Juga:Pengusaha Travel Haji Kembalikan Uang ke KPK, Terseret Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

Wakil Sekretaris RMI-NU DKI Jakarta, Wafa Riansyah, mengatakan pihaknya melakukan kunjungan ke pabrik food tray di Chaoshan, Tiongkok. Dari kunjungan itu, mereka mengambil sampel pelumas yang dipakai dalam proses pencetakan. Sampel kemudian diuji di laboratorium Global Testing Services Co., Ltd dan Weifu Testing Technology Co., Ltd.

“Hasil tes menunjukkan jelas bahwa pelumas yang digunakan dalam proses produksi mengandung lemak babi,” kata Wafa, dikutip dari Republika (18/9/2025).

Ketua RMI-NU DKI Jakarta, KH Rakhmad Zailani, meminta pemerintah menghentikan impor food tray dari Tiongkok selama proses produksinya masih menggunakan pelumas berbahan babi. “Produk non-halal tidak boleh masuk ke Indonesia. Pemerintah harus hadir melindungi konsumen. Mayoritas penduduk kita adalah Muslim, dan mereka berhak mendapatkan kepastian halal,” ujarnya, seperti diberitakan Media Indonesia (18/9/2025).

Data RMI-NU mencatat, sejak Oktober 2024 hingga Agustus 2025, sekitar tiga juta food tray impor dari Tiongkok telah masuk ke Indonesia. Temuan ini sudah dilaporkan ke Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) membantah klaim tersebut. Dalam keterangan yang dikutip CNBC Indonesia (18/9/2025), BGN menegaskan bahwa material food tray yang digunakan tidak mengandung minyak babi. “Proses sterilisasi dan pencucian di pabrik memastikan tidak ada residu pelumas yang menempel pada produk akhir. Jadi produk yang beredar aman,” demikian pernyataan BGN.

Meski begitu, RMI-NU menolak penjelasan itu. “Meskipun ada sterilisasi, fakta bahwa pelumasnya berbahan minyak babi sudah menyalahi prinsip halal sejak awal,” tegas Wafa.

Kasus ini menimbulkan keresahan publik, khususnya umat Islam. RMI-NU mendesak pemerintah memperketat pengawasan impor agar produk yang masuk benar-benar terjamin halal dan aman.