Baru 40 Hari Menjabat, Kepala BGN Naniek Sudaryati Deyang Mundur, Ini Penyebabnya!

Avatar of lpkpkntb
1784681901469

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah sekitar 40 hari memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Naniek melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Dalam unggahannya, ia mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat,” tulis Naniek.

Baca:BREAKING NEWS | Kepala SPPG Kabupaten Bandung Ditemukan Tewas, Tinggalkan Surat Tulisan Tangan Berisi Permohonan Maaf

Menurutnya, keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya dengan kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan pendapat medis kedua atau second opinion terkait kondisi kesehatannya.

Naniek mengungkapkan, Presiden Prabowo menyetujui pengunduran dirinya demi kesehatan. Namun, Presiden meminta dirinya tetap terlibat dalam pengawasan Badan Gizi Nasional.

“Saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi Ketua Dewan Pengawasnya,” ujarnya.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Naniek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program Presiden, khususnya Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Ia menepis anggapan bahwa program MBG memiliki tujuan politik menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.

“Program MBG benar-benar untuk intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan menjaga kesehatan mereka,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Naniek menilai program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ia mencontohkan saat program sempat berhenti selama libur sekolah, banyak petani, peternak, dan pedagang mengeluhkan hasil produksi mereka tidak terserap pasar sehingga harga komoditas mengalami penurunan.

Dalam unggahan tersebut, Naniek juga memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang telah dilakukan selama memimpin BGN. Salah satunya adalah mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan guna memperkuat profesionalisme lembaga.

Selain itu, BGN telah membentuk 11 tim reformasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Tim tersebut bertugas meninjau ketepatan sasaran penerima manfaat, mengevaluasi ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga memperkuat pelaksanaan program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Naniek menyebut Presiden juga telah menyetujui agar fokus utama penerima manfaat program MBG diarahkan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta siswa sekolah di wilayah 3T.

Di akhir pesannya, Naniek mengaku ingin lebih fokus memulihkan kondisi kesehatan sesuai saran keluarga dan dokter agar mengurangi stres serta memperbaiki pola hidup.

Sementara terkait sosok penggantinya, Naniek hanya memberikan petunjuk singkat bahwa jabatan Kepala BGN akan diteruskan oleh sosok yang ia sebut sebagai “adik saya”. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai siapa yang akan memimpin BGN selanjutnya.