Enam Sekawan Desak Perubahan Nyata dalam Pengelolaan Sampah Lombok Barat
Baca Juga:Bongkar Data Ganda Guru ASN! Enam Sekawan Sebut Ada Kekacauan Sistemik di Tubuh BKD dan Disdik Lobar
Persoalan Tahunan yang Tak Pernah Tuntas
Masalah sampah di Lombok Barat kembali menjadi sorotan tajam dari kelompok masyarakat sipil. Enam Sekawan, sebuah gerakan kritis kebijakan publik, melalui perwakilannya Alhadi Muis, S.H., menilai bahwa kinerja Pemkab Lombok Barat dalam menangani sampah belum menunjukkan perubahan signifikan.
“Setiap tahun, persoalan sampah selalu menjadi bumerang. Seharusnya sudah ada perubahan nyata dengan anggaran dan waktu yang tersedia,” tegas Alhadi.
Bukan Sekadar Soal Teknis, Tapi Komitmen Politik
Menurut Alhadi, persoalan sampah tak bisa dipandang sebelah mata hanya sebagai urusan teknis. Ini adalah cerminan dari arah kebijakan publik dan komitmen politik pemangku kebijakan. Ia menyebut, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Tuntutan Evaluasi Total dan Solusi Berbasis Desa
Enam Sekawan mendesak:
-
Evaluasi total atas program pengelolaan sampah.
-
Implementasi kebijakan berbasis desa.
-
Edukasi publik secara masif.
-
Penguatan kelembagaan lingkungan di tingkat desa/kelurahan.
“Warga butuh bukti, bukan hanya program di atas kertas,” tegasnya. “Sampah bukan hanya soal bau, tapi juga menyangkut citra daerah.”
Siap Menjadi Mitra Kritis Pemerintah
Enam Sekawan menyatakan siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif untuk mendorong perubahan di sektor lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
