lpkpkntb.com – Untuk diketahui penelitian menjadi bagian penting bagi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan merupakan salah satu tugas seorang dosen yang utama selain mengajar.
Kendati demikian, dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengaku jumlah publikasi jurnal di Indonesia sangat banyak. Namun sayangnya, mayoritas kualitasnya masih abal-abal dan ‘predator.
Baca Ini:
Viral Mahfud MD Mengaku Dirinya Sudah Sebagai Mantan Cawapres Ganjar
LINK CEK HASIL CEPAT REKAPITULASI SUARA PILPRES DPR RI, DPD RI,DPR PROPINSI,DPRD KAB/KOTA, LENGKAP
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek Nizam mengatakan, jumlah publikasi di Indonesia sudah sangat luar biasa jumlahnya.
Ia mengucapkan apresiasi dan selamat kepada para kampus perguruan tinggi atas hal ini. Bahkan menurutnya, jumlah publikasi kita saat ini jauh di atas negara-negara di Asia Tenggara.
“Saya ucapkan apresiasi dan selamat kepada para kampus-kampus kita yang semangat publikasinya sudah luar biasa sekali, jauh di atas negara-negara Asia Tenggara lainnya” ujar dia dalam sebuah video yang dikutip dari 20 detik, Jumat (1/3/).
Baca Ini:
Pendaftaran Beasiswa PBNU 2024 Untuk S1 S2 dan S3 Diberi Tempat Tinggal Hingga Uang Saku Bulanan
Namun kualitas publikasi masih perlu kita tingkatkan. Ia menyebut, publikasi di Indonesia meskipun banyak, tapi jurnalnya tidak jelas, predator dan lainnya.
“Beberapa kali kita mendapatkan posting di sosial media dan membully kita semua, bagaimana publikasi Indonesia itu meskipun banyak tapi abal-abal, jurnalnya tidak jelas, jurnalnya abal-abal, jurnal predator dan sebagainya.” ungkapnya.
Nizam meminta agar para dosen, mahasiswa, dan peneliti dapat meningkatkan kualitas publikasi ini dengan cara salah satunya adalah memilih dengan hati-hati jurnal yang akan menjadi tempat publikasi.
Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan karena akan memberi pengaruh terhadap reputasi perguruan tinggi dan dosen Indonesia di kancah global.
(Sa/ya).
