Mekanik Bengkel Tiba-Tiba Punya Mobil Rp4,5 Miliar yang Tak Pernah Ia Lihat

blank
blank

BERITA-  Yudariansyah hanyalah seorang mekanik bengkel rumahan di Panunggangan Utara, Pinang, Tangerang. Sehari-hari tangannya berkotor dengan oli dan mesin motor. Ia bermimpi sederhana: cukup menafkahi keluarga dari pekerjaannya yang jujur. Tapi takdir membawanya pada mimpi buruk yang tak masuk akal.

Tanpa pernah menyentuhnya, tanpa pernah melihatnya secara langsung — namanya tiba-tiba tercatat resmi di negara sebagai pemilik mobil sport McLaren 570S merah senilai Rp4,5 miliar. Sebuah angka yang mungkin tak akan pernah ia kumpulkan seumur hidupnya.

Kabar itu datang lewat pesan WhatsApp pada Jumat, 23 Oktober 2026. Tetangganya memberi tahu: petugas Samsat ada di rumahnya, menagih tunggakan pajak. Nilainya? Rp137 juta. Satu tahun saja. Angka yang membuatnya ternganga dan nyaris tak bernapas.

Petugas UPT Samsat Ciledug datang menelusuri tunggakan itu ke rumahnya sendiri. Dan data sistem? Nama lengkap, alamat, RT/RW, kelurahan — semua 100% namanya, alamatnya. Seolah-olah mobil itu benar-benar miliknya.

“Lihat saja rumahku ini, mana mampu aku beli mobil seharga itu. Aku tak pernah punya uang sebanyak itu, apalagi meminjamkan KTP-ku ke siapa pun,” ucapnya dengan suara gemetar.

Ia bukan orang kaya. Ia bahkan mungkin tak mampu membayar pajak tahunan sebuah motor bekas. Tapi sistem negara berkata lain. Namanya dipakai, identitasnya dicatut, dan sekarang ia yang harus menanggung beban yang bukan miliknya.

Kini Yudariansyah hanya bisa berharap — berharap pihak berwenang segera membongkar siapa yang bermain di balik ini. Ia tak takut pada apa pun selain satu hal: namanya yang jujur ternoda, riwayat hidupnya terancam rusak, dan masa depannya dikorbankan atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat.

Kejujurannya sedang diuji. Dan rakyat kecil seperti dia, hanya meminta satu hal: kembalikan namanya. Usut siapa yang berani memakai identitas orang lain demi keuntungan sendiri. Semoga suaranya didengar.