SALUT Tembus Final KIPP 2025: Inovasi dari Luwu Utara yang Tumbuh dari Warung Kopi, Kini Menuai Pengakuan Nasional

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250804 WA0067

Masamba, Luwu Utara — Siapa sangka sebuah ide cemerlang yang lahir dari obrolan santai sambil menyeruput sarabba di warung kopi bisa melaju hingga kancah nasional? Itulah kisah SALUT (Saung Suluh Tani), inovasi layanan pertanian dari Kabupaten Luwu Utara yang kini masuk sebagai finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB.

Program yang digagas oleh Rustam, Penyuluh Pertanian Ahli Madya dari Dinas Pertanian Luwu Utara ini, menjadi satu dari 200 inovasi terbaik yang lolos dari total sekitar 3.000 peserta KIPP tahun ini.

“Alhamdulillah, bisa tembus ke final adalah kebanggaan tersendiri. SALUT adalah bentuk cinta saya pada profesi penyuluh dan dedikasi untuk para petani, pahlawan pangan kita,” ujar Rustam penuh haru, Minggu (3/8/2025) di Masamba.

🌱 Dari Sarabba ke Aksi Nyata

Lahir pada 22 Februari 2022, SALUT bermula dari diskusi hangat di Warkop Balai Endah Masamba (BEM) — yang kini justru menjadi basecamp program ini. Tak sekadar konsultasi teknis pertanian, SALUT juga membuka ruang bagi pemuda untuk merintis usaha agribisnis.

Salah satu kisah sukses yang difasilitasi SALUT adalah lahirnya “Acci Kopi”, produk kopi bubuk dari perempuan muda asal Kecamatan Seko. Kini, Acci Kopi tak hanya dikenal, tapi juga laris manis di pasaran lokal Luwu Utara.

📲 Layanan Terbuka, Tanpa Sekat

SALUT juga hadir dengan pendekatan modern dan terbuka. Masyarakat bisa berkonsultasi melalui WA Center di 085254293964. Bahkan, pada 2023, Rustam membangun Kebun Percontohan Integrated Farming di kampung halamannya, Dusun Mariri, Bonebone, sebagai media edukasi praktis.

Dengan semangat “Gerak Cepat, Kerja Tuntas, dan Kolaborasi”, SALUT kini menjadi salah satu dari 12 finalis di kategori swasembada pangan, air, dan energi.

🎯 Menuju Panggung Tertinggi

Mulai 1–5 Agustus 2025, Tim Penilai Independen (TPI) melakukan verifikasi lapangan terhadap para finalis. Salah satunya menilai visibilitas dan dampak langsung inovasi terhadap penerima manfaat di lapangan.

Jika lolos hingga deretan TOP Inovasi KIPP 2025, maka instansi pengusung SALUT berpeluang memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 4–7 miliar rupiah.

👣 Meneruskan Jejak Inovasi Terpuji

SALUT berpotensi mengikuti jejak inovasi Luwu Utara terdahulu seperti ANC Hipnioterapi dan Getar Dilan, yang berhasil masuk ke dalam Top 40 dan Top 45 KIPP pada tahun-tahun sebelumnya.

Inovasi ini bukan sekadar program. SALUT adalah wujud nyata pengabdian. Dari petani, oleh penyuluh, untuk negeri.

🖊️Erwin | Liputan Daerah, Luwu Utara