lpkpkntb.com – Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan ” Focus Group Discusson Pengembangan Pembelajaran Paradigma Baru (FGD P3B). di Grand Madani Hotel Kota Mataram. Jumat, (22/9).
Kegiatan tersebut di di inisiasi Bank BPD Bali. Dalam Kegiatan ini diikuti oleh pengurus wilayah IGI Se-NTB dan perwakilan Guru Madrasah, SD hingga Perwakilan Perguruan Tinggi di NTB.
Baca juga;
Sementara Ketua IGI NTB Erma Wati, M.Pd. Mengatakan, ” Semua pihak harus berkolaborasi dan bersinergi dengan semangat merdeka belajar. Dengan adanya Merdeka belajar ini bagian dari pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati,” terangnya Erma pada sambutan di acara FGF P3B.
Kemudian pada sambutannya Erma menyampaikan, ” Diharapkan melalui kolaboratif ini para guru dapat mendiskusikan paradigma yang ada di dunia pendidikan kita, khususnya Pendidikan yang ada di Nusa Tenggara Barat. Sebabagiamana yang telah di sampaikan Menteri Dikbudristek, Nadiem Makarim mengatakan,
Baca Juga;
Semarakan HUT RI Ke 78 TK PGRI 1 Cakranegara Karang Taliwang Adakan Mata Lomba
” Merdeka Belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan di mana seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change). Para pemangku kepentingan tersebut meliputi keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat,” tutup Ketua IGI NTB Ermawati,M.Pd.
Kemudian hadir juga sebagai Narasumber dari OJK NTB, perwakilan Dikbud NTB dan juga dari Kepala Balai Guru Penggerak NTB, Beserta Bank Bali.

Dari OJK menyingung tentang bisnis online Future E-Comerce (FEC) Shopping Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan bahkan beredar FEC ditutp karena tidak mengantongi izin OJK.
Baca juga;
Link Pendaftaran CPNS 2023 Dibuka, Cek Instansi Sepi Peminat, Peluang Besar Bisa Masuk!
Seperti yang diberitakan media lpkpkntb.com. Sempat Viral seorang guru Madrasah mengalami kerugian, Pasalnya, belakangan ini beredar di media sosial (medsos) keluhan para member yang sudah mengikuti bisnis tersebut yang sudah menyetorkan uang tapi tidak bisa melakukan penarikan atau tidak mendapat keuntungan.
Baca juga;
Nasip Malang Menimpa Member FEC Asal Lombok NTB, Saldo nya Belum Bisa Dicairkan Hingga Ratusan Juta
Informasi yang di dapat. Seorang member FEC yang menjadi guru di MTsN 1 Loteng, sebut saja Muhammad Samsul Bahri selaku Tutor ICE sangat menyayangkan aplikasi ini ditutup, dengan alasan banyak membantu ekonomi masyarakat.
Bahkan dia membeberkan, ” Di MTsN 1 Loteng sebagian besar guru menjadi member FEC dan banyak guru yang sudah menjadi tutor. Kita sudah menjelaskan sistem kinerja FEC ke OJK dan Polda dan itu tidak masalah. Tapi setelah itu beredar surat dari manajemen pusat bahwa ada masalah terkait perizinan. Kita langsung menghubungi tapi tidak ada respons,” terangnya, kemarin dilansir melalui Radarmandalika.
Baca juga:
Rekaman SELAMAT BERPISAH Future E-Comerce (FEC) Shopping Indonesia?
Kemudian, pihaknya mengaku sangat dirugikan dengan pencabutan izin usaha FEC yang baru beberapa bulan dijalankan, tentu rasa kecewa ada pada setiap member karena manajemen FEC yang di pusat tidak bisa menyelesaikan persoalan izin bisnis.
Ia mengungkapkan jumlah member yang tergabung dalam bisnis online ini khususnya di Lombok Tengah sebanyak 10 ribu lebih.
Baca juga:
Rekaman SELAMAT BERPISAH Future E-Comerce (FEC) Shopping Indonesia?
Dampak dari pencabutan izin FEC ini banyak member tidak bisa melakukan transaksi, modal dan keuntungan yang didapatkan dari hasil FEC sebesar Rp 300 juta lebih, namun sayangnya uang tersebut masih belum bisa ditarik.
” Padahal selama ini kita sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat, kita sudah banyak membantu ekonomi masyarakat dan memberikan sumbangan ke orang yang membutuhkan. Jadi sangat disayangkan FEC ditutup,” ujarnya.
Diketahui, pendapatan dari bisnis online ini katanya sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, hanya dengan modal smartphone dan ketekunan semua bisa mendaptkan income (penghasilan).
” Jadi banyak member yang dirugikan, biasanya narik setiap hari, tapi setelah ini sekarang tidak bisa narik lagi,” ungkapnya.
Baca juga;
Nasip Malang Menimpa Member FEC Asal Lombok NTB, Saldo nya Belum Bisa Dicairkan Hingga Ratusan Juta
Karena sudah banyak mendapatkan manfaat dari bisnis mitra dagang ini pihaknya mulai mengajak banyak orang mulai dari keluarga sampai rekan guru.
” Kami berharap agar FEC ini terus berjalan, termasuk saldo yang ada di aplikasi bisa dicairkan kembali, jadi semua anggota yang ada di Lombok dan NTB menjadi korban bisnis FEC,” tutupnya.
Bahkan dikabarkan dimedia mentor utama nya sedang tidak berada di Kantor FEC yang terletak di Lombok Tengah.
Melalui Kegiatan yang di inisiasi Organisasi Ikatan Guru Indonesia Wilayah NTB (IGI). Dapat menyadarkan Masyarakat untuk lebih teliti apabila ingin berinvestasi, tentunya sudah mengantongi izin usaha dari OJK. (Abi)
