SALAH SASARAN VISUAL: Kasus Santri Dibakar Terjadi di Lombok Tengah, Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri Layangkan Somasi

Avatar of lpkpkntb
SALAH SASARAN VISUAL: Kasus Santri Dibakar Terjadi di Lombok Tengah, Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri Layangkan Somasi
Photo: Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri.(Istimewa)
MATARAM — Kasus pembakaran seorang santri hingga meninggal dunia yang menyorot perhatian publik nasional dipastikan tidak terjadi di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, Kediri, Lombok Barat. Peristiwa tragis tersebut sebenarnya terjadi di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyah Al-Ibrahimy, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.
Kekeliruan informasi di tengah masyarakat mencuat setelah stasiun televisi nasional, TVOne, menggunakan rekaman visual gerbang Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri sebagai ilustrasi (insert) dalam siaran berita kriminal mereka pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kronologi Kasus yang Sebenarnya (Lombok Tengah)

  • Waktu Kejadian: Peristiwa pembakaran santri ini terjadi pada Desember 2025.
  • Dampak Kasus: Korban menderita luka bakar parah dan dinyatakan meninggal dunia beberapa waktu setelah kejadian.
  • Status Hukum: Setelah penyelidikan panjang, aparat kepolisian resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka.
  • Identitas Tersangka: Tersangka pertama merupakan anak berinisial R (kakak kelas korban) selaku pelaku utama, serta tersangka kedua yakni TGH AH Muzakki Rohmatullah selaku pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren di Lombok Tengah atas dugaan kelalaian pengawasan.

Klarifikasi Resmi dan Somasi Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri

Merespons pencantuman visual pesantren mereka secara keliru, Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri langsung melayangkan somasi resmi bernomor 01/SOM/VII/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan, Drs. TGH. Muchlis Ibrahim, M.Si..
Dalam pernyataan resminya di media sosial Instagram Al-Ishlahuddiny dan Lombokpost Facebook, TGH Muchlis Ibrahim menegaskan beberapa poin penting:
  1. Bantahan Keras: Di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri tidak pernah ada insiden kekerasan ataupun santri dibakar. Kondisi pesantren saat ini aman dan kondusif.
  2. Kekhawatiran Wali Santri: Penggunaan materi visual gerbang sekolah tanpa konfirmasi dinilai tidak profesional dan merugikan psikologis para wali santri serta mencemarkan nama baik lembaga yang telah berdiri hampir 80 tahun.
  3. Tuntutan Permohonan Maaf: Pihak pesantren mendesak manajemen stasiun televisi tersebut melakukan ralat berita dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di siaran nasional.

Respons Pihak Redaksi Televisi Nasional

Menanggapi somasi tersebut, Pemimpin Redaksi TVOne, Lalu Mara Satriawangsa, mengonfirmasi bahwa kesalahan tersebut murni merupakan kekeliruan teknis ruang redaksi (human error). Petugas salah menarik folder gambar pendukung dari arsip berita lama.
Pihak redaksi menegaskan tidak ada penyebutan nama “Al-Ishlahuddiny” di dalam naskah berita. Pihak media juga telah menurunkan tayangan tersebut (take down) dari seluruh platform digital mereka dan menerbitkan video klarifikasi resmi serta hak jawab sebagai wujud permohonan maaf kepada keluarga besar pondok pesantren.