Kabupaten Lombok Tengah memiliki banyak peluang wisata, di antaranya wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, serta wisata budaya. Namun, potensi wisata tersebut hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu desa yang cukup dikenal dengan pengembangan pariwisata berbasis sumber daya alam adalah Desa Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, yang juga memiliki berbagai aktivitas masyarakat yang mendukung keberadaan wisata tersebut (Azizah, 2023).
Wisata alam D’Gonggres merupakan salah satu destinasi yang banyak diminati masyarakat. Hal ini karena D’Gonggres menyajikan pemandangan alam yang menarik serta menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah pohon, kolam renang, dan beberapa item wisata lainnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Keindahan alam serta fasilitas tersebut menjadikan D’Gonggres sebagai tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pariwisata dan sumber daya alam merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Kekayaan alam seperti hutan, pantai, laut, serta budaya dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Oleh karena itu, pariwisata harus memperhatikan kelestarian sumber daya alam agar tidak merusak lingkungan, sehingga dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang (Sumar, 2024). Dengan mengetahui daya dukung wisata yang berbasis sumber daya alam, maka dapat ditentukan jumlah orang yang dapat mengunjungi suatu tempat wisata secara bersamaan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan, baik secara fisik, ekonomi, maupun sosial budaya, serta tanpa menurunkan kualitas wisata yang dapat mengurangi kepuasan pengunjung.
Seperti yang dinyatakan oleh Ucyanti et al. (2013), daya dukung lingkungan memiliki potensi untuk menentukan tingkat kepuasan dan kenyamanan pengunjung dalam menikmati aktivitas wisata di wilayah yang dikunjungi. Hal ini disebabkan karena daya tampung wisata dan daya dukung lingkungan berkorelasi erat dengan jumlah pengunjung yang datang.
Jika dilihat dari daya dukung air bersih di lokasi wisata, Desa Bilebante merupakan salah satu desa dengan pasokan air yang tercukupi. Desa Bilebante, khususnya kawasan wisata alam D’Gonggres, dilewati oleh sebuah sungai sehingga ketersediaan air relatif terpenuhi. Selain itu, sumur milik masyarakat juga memiliki kualitas air yang baik. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, ketersediaan air bersih memperoleh angka 115 dengan total jumlah sebanyak 690 poin. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang karena ketersediaan airnya tercukupi berdasarkan hasil olahan data (Sumar, 2024).
Selanjutnya dari segi daya tampung wisata, taman wisata berbasis sumber daya alam ini merupakan wisata buatan yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2019 dan mulai dibuka pada bulan Oktober 2020. Wisata alam ini memiliki luas lahan sekitar 2 hektar dan mampu menampung wisatawan hingga 615 orang per hari. Hasil perhitungan menunjukkan daya tampung wisata alam D’Gonggres berada pada angka 615 orang/hari. Angka tersebut menandakan bahwa daya tampung fisiknya belum terlampaui, karena jumlah pengunjung yang datang masih berada pada kisaran 400 orang per hari.
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa pengelola wisata alam D’Gonggres sudah mampu melayani secara maksimal hingga 80% dari total jumlah awal pengunjung. Angka ini sudah termasuk dalam kategori pelayanan yang maksimal. Namun demikian, masih diperlukan tambahan pegawai sebanyak 5 orang agar pengelolaan wisata dapat terus berjalan lebih maksimal dan tetap terkelola dengan baik (Sumar, 2024).
Penulis: Wan Azizah
