Dugaan Pemalsuan Riset ISPPD 2026, Nama WNI dan UNY Ikut Terseret

Avatar of lpkpkntb
17798936961162

Publik tengah menyoroti dugaan pemalsuan riset dalam konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 yang disebut melibatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI). Kasus ini memunculkan beragam reaksi dan kini sedang didalami oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga:BRIN Tawarkan Beasiswa S2/S3 Degree by Research untuk Hakim dan Tenaga Teknis Badilum

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa pemerintah masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Penelusuran dilakukan terhadap identitas WNI yang disebut terlibat, termasuk afiliasi yang digunakan dalam publikasi ilmiah dan kemungkinan keterhubungannya dengan kampus atau lembaga riset di Tanah Air.

Menurut Brian, semua pihak perlu mengedepankan asas kehati-hatian. Ia menilai tuduhan di lingkungan akademik tidak boleh disimpulkan secara sepihak tanpa melalui proses verifikasi berbasis data dan mekanisme resmi yang berlaku.

Dilansir Tirto.id, Universitas Negeri Yogyakarta turut melakukan penelusuran setelah muncul dua nama yang dikaitkan dengan kelompok peneliti dalam kasus tersebut. Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, menyebut nama Rifaldy Fajar dan Prihantini memang tercantum dalam data alumni kampus.

Baca Juga:BEBAN KERJA SETINGGI LANGIT, GAJI DOSEN SEDEKAT GARIS KEMISKINAN Oleh: Syahiduz Zaman

Meski demikian, pihak universitas belum dapat memastikan apakah identitas yang ramai dibahas publik benar-benar merujuk kepada alumni mereka. Karena itu, UNY memilih melakukan konfirmasi lebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan informasi.

Upaya komunikasi dengan Rifaldy disebut belum membuahkan hasil karena nomor telepon yang dimiliki kampus sudah tidak dapat dihubungi. Sementara Prihantini telah memberikan respons setelah dihubungi oleh pihak universitas.

Dalam keterangannya, Nur juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang berkembang di media sosial dan menyeret nama UNY. Ia menilai telah terjadi kesalahpahaman yang menyebar luas tanpa adanya konfirmasi awal kepada pihak kampus.

UNY juga menepis informasi mengenai keberadaan Jurusan Bedah Transplantasi Hati maupun Laboratory Yogyakarta State University, Biology. Kampus memastikan tidak memiliki jurusan tersebut, dan berdasarkan data internal, Rifaldy Putra serta Prihantini tidak tercatat sebagai dosen maupun peneliti aktif di lingkungan universitas.

(Bi)