Dugaan Korupsi Rp13 Miliar: Pengadaan Chromebook di Lotim Jadi Sorotan

Avatar of lpkpkntb
Dugaan Korupsi Rp13 Miliar: Pengadaan Chromebook di Lotim Jadi Sorotan
Photo: Ilustrasi. Dugaan Korupsi Rp13 Miliar: Pengadaan Chromebook di Lotim Jadi Sorotan.

Bantuan Chromebook bagian dari program distribusi perangkat laptop berbasis sistem operasi Chrome OS kepada siswa atau sekolah untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Program ini sering kali diadakan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, atau organisasi tertentu sebagai bagian dari upaya digitalisasi pendidikan.

Baru-baru ini, muncul dugaan kasus korupsi terkait pengadaan Chromebook senilai Rp13 miliar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Direktur Lombok Corruption Watch (LCW), H. Hulain, mengungkapkan indikasi korupsi dalam beberapa proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, termasuk pengadaan laptop pada tahun 2021-2022. Beliau mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan memanggil pihak-pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai keterlibatan pejabat tertinggi di Lotim dalam kasus tersebut.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan ini.

Masyarakat diharapkan menunggu hasil investigasi resmi dari aparat penegak hukum sebelum menarik kesimpulan.

Tujuan utama pemberian bantuan Chromebook adalah:

  1. Meningkatkan Akses Teknologi: Membantu siswa dan sekolah memiliki akses ke perangkat untuk pembelajaran daring atau digital.
  2. Efisiensi Pembelajaran: Mendukung pembelajaran berbasis aplikasi dan internet dengan perangkat yang ringan, cepat, dan mudah digunakan.
  3. Pemberdayaan Guru dan Siswa: Menyediakan alat yang mendukung keterampilan abad ke-21, seperti kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital.