VIDEO Monjok-Taliwang Kembali Memanas Polisi Mengambil Sikap! Selengkapnya

Avatar of lpkpkntb

lpkokntb.com – Sebelumnya, kedua kawasan kembali memanas akibat insiden terlukanya seorang warga Karang Taliwang.

Tidak diketahui secara pasti penyebab lukanya, tetapi hal itu malah berimbas ketegangan kembali memuncak pada dua lingkungan tersebut.

PARAH TOTAL! Rektor Muhammadiyah diminta di Audit Kejelasan Keuangan, Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan!

Dilansir laman Lombokpost. Kepala Kesbangpol Kota Mataram Zarkasyi mengatakan pemerintah dan aparat kembali mengupayakan jalan perdamaian antara kelompok masyarakat yang berseteru di Monjok dengan Taliwang. Komitmen perjanjian damai itu dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama.
Screenshot 2023 10 06 14 18 42 51 c1ebbaff44ba152fb7f7c2e1f7129fd12
Tangkapan Layar.
Komitmen disaksikan oleh TNI dan Polri serta perwakilan dua kelompok dari dua lingkungan. “Ada perwakilan dari warga Lingkungan Taliwang dan Lingkungan Monjok Banget Culik,” kata Zarkasyi, Rabu (4/10).
Dalam poin kesepakatan itu, kedua lingkungan bersepakat antara lain pertama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing. “Dengan tidak membunyikan petasan, (menyalakan) laser ataupun sejenisnya,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan dari berbagai sumber, Sengketa ini dipicu oleh kasus penganiayaan yang terjadi di lingkungan Karang Taliwang pada 27 September 2023, yang menyebabkan salah seorang warganya mengalami luka-luka.Dalam rapat tersebut, Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan tersebut.

Namun hingga saat ini belum berhasil mengungkap pelakunya. Hal ini menyebabkan situasi di kedua lingkungan tersebut menjadi tidak kondusif.

WASPADA!! Info Dari BMKG Fenomena Cuaca Panas Bagaimana Di Daerah Anda!

Warga Karang Taliwang menduga pelaku penganiayaan adalah warga Monjok, sehingga mereka melakukan provokasi untuk memancing kemarahan warga Monjok. Sementara warga Monjok tidak terlalu merespon peristiwa tersebut karena menganggap pelakunya bukan dari mereka.

Untuk menciptakan situasi yang kondusif, Polresta Mataram akan melakukan langkah persuasif terlebih dahulu. Langkah ini akan dilakukan oleh seluruh komponen, baik Polri, TNI, maupun Pemkot Mataram, secara masif selama 5 hari ke depan.

WADUH! Lebih Dari 40 orang Stafsus Kata TGH Najam, Temuan BPK dan PJ Gubernur NTB Segera Evaluasi

Jika dalam waktu 5 hari upaya persuasif tersebut tidak berhasil, Polresta Mataram akan melakukan tindakan refresif atau penindakan dengan mengupayakan seluruh data yang ada.

Dengan adanya insiden tersebut mengganggu aktivitas warga, bahkan kata warga sekolah yang berdekatan dengan lokasi kejadian diliburkan, hal ini untuk mengantisifasi terjadinya salah sasaran.

Dalam video beredar secara berantai terlihat salah seorang terluka dan dibawa ke tempat yang aman oleh aparat kepolisian. berikut videonya.