Mataram – Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 tercatat 73,10 dan masuk kategori tinggi, posisi NTB masih berada di peringkat 27 dari 38 provinsi di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) NTB belum mampu bersaing dengan banyak daerah lain di tanah air.
Sebelumnya, Kepala Dinas BRIDA NTB menegaskan bahwa program beasiswa daerah kini dialihkan penanganannya ke kantor Gubernur NTB. “Untuk sementara, kami masih fokus memproses beasiswa tahun 2024 yang belum selesai. Karena itu, pelaksanaan beasiswa saat ini ditangani langsung oleh pihak kantor Gubernur,” ujarnya.
Situasi ini menuai kritik dari kalangan mahasiswa. Hasbi, mahasiswa pascasarjana S3 Ilmu Pendidikan, menilai pemerintah provinsi seharusnya menjadikan peningkatan kualitas SDM sebagai catatan utama, bukan justru mengutamakan kegiatan seremonial.
“Kalau kita ingin SDM NTB lebih maju, maka basis pembangunan harus lewat pendidikan, terutama beasiswa. Anggaran seharusnya diarahkan ke sana, bukan untuk parade budaya yang jelas menghabiskan biaya dan membuat jalanan macet,” tegas Hasbi, Selasa (19/8/2025).
Hasbi menambahkan, parade budaya memang penting sebagai ekspresi kebudayaan, tetapi tidak bisa dijadikan prioritas ketika banyak mahasiswa NTB masih menunggu kepastian program beasiswa dari pemerintah provinsi. “Kami, putra-putri NTB, bolak-balik menanyakan soal beasiswa, tetapi hingga kini belum ada jawaban yang pasti. Padahal beasiswa inilah yang benar-benar mampu mendorong kualitas SDM kita naik,” pungkasnya.
Data BPS: IPM NTB 2024
Dilansir dari berbagai sumber (Antara News Mataram, Suarantb.com, Detik NTB, dan BPS RI), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tahun 2024 tercatat 73,10 dengan rincian sebagai berikut:
-
IPM Nasional: 74,93
-
IPM NTB: 73,10 (kategori tinggi, naik 0,73 poin dari 2023)
-
Peringkat Nasional: 27 dari 38 provinsi
-
Provinsi Tertinggi: DKI Jakarta (84,15 – sangat tinggi)
-
Provinsi Terendah: Papua Pegunungan (54,43 – rendah)
Dimensi Pengetahuan (HLS & RLS)
Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun di NTB meningkat 0,01 tahun, dari 13,97 menjadi 13,98 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,13 tahun, dari 7,74 tahun menjadi 7,87 tahun pada tahun 2024.
📌 Sumber Data: Hasil Susenas Maret 2024 (BPS RI).
