Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di era digital, sekelompok guru mengikuti pelatihan pemanfaatan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi yang digelar di Yayasan Nurul Ijtihad, Desa Pengembur, Pujut, Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, Muhamad Sadli selaku peneliti menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, efektif, dan mudah diakses siswa. Ia menekankan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pembelajaran matematika, mengingat mata pelajaran tersebut kerap dianggap sulit sekaligus membosankan oleh sebagian siswa.
“Saya berharap pelatihan penggunaan aplikasi ini mampu mendobrak semangat dan kreativitas guru dalam mendidik generasi ke depan. Dengan begitu, siswa akan lebih termotivasi mengikuti pelajaran yang dianggap sulit. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi kita agar tidak tertinggal dalam menghadapi masa depan,” ungkap Sadli.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai aplikasi pembelajaran. Salah satunya adalah Aplikasi Chatbot AI LLM Guru Digital yang dirancang untuk mempermudah guru dalam merancang materi, memberikan tugas, hingga melakukan evaluasi pembelajaran. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sarana penunjang kreativitas guru sekaligus memperkaya strategi dalam menyampaikan pelajaran.
Materi pertama disampaikan oleh Hadi Wijaya, M.Pd., Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Ia menekankan bahwa literasi numerasi tidak sekadar kemampuan menghitung, tetapi juga keterampilan berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Menurutnya, tantangan pendidikan di daerah pedalaman memang tidak ringan. Akses terbatas, fasilitas minim, serta kurangnya bahan ajar menjadi kendala nyata. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mendidik generasi emas bangsa.
Pemateri kedua, Muhammad Syahroni, menambahkan bahwa penguasaan aplikasi digital merupakan langkah penting bagi guru untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era 4.0.
“Guru yang melek aplikasi pembelajaran memiliki peran penting di era digital saat ini. Dengan menguasai aplikasi, guru dapat menyajikan materi secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Teknologi juga membantu menghemat waktu, mempermudah pemberian tugas, serta memantau perkembangan belajar peserta didik,” jelas Syahroni.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemampuan ini membuat guru mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjembatani kebutuhan generasi muda yang sudah akrab dengan dunia digital. Melek aplikasi, kata Syahroni, bukan sekadar soal teknologi, melainkan kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan.
