Mataram – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Ballroom Atqia UNU NTB, pada 13–15 Oktober 2025.
Baca Juga:Kemendikbudristek Perbarui Aturan DOSEN: Penghasilan dan KARIER, Selengkapnya!
Kegiatan ini menghadirkan Reviewer Nasional, Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., yang ditunjuk langsung oleh Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I. untuk melakukan pendampingan, pembimbingan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui hibah Diktisaintek.
Tahun ini, tercatat sebanyak 23 dosen peneliti dan pengabdi masyarakat UNU NTB berhasil lolos sebagai penerima hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025. Mereka memaparkan capaian, progres, dan luaran kegiatan penelitian maupun pengabdian di hadapan reviewer nasional.
Ketua LP2M UNU NTB, Didin Septa Rahmadi, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Monev ini tidak hanya berfokus pada aspek penilaian administratif, tetapi juga menjadi ajang pembimbingan akademik dan penguatan kapasitas riset bagi para dosen.
“Kehadiran Dr. Lusy Tunik Muharlisiani sebagai reviewer nasional merupakan bentuk dukungan nyata dari universitas dalam meningkatkan kualitas riset dosen. Reviewer hadir bukan sekadar menilai, tetapi juga memberikan arahan strategis agar luaran penelitian para dosen UNU NTB benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, negara, dan bangsa,” ujar Didin saat diwawancarai di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Didin menuturkan bahwa Monev ini juga menjadi bagian penting dari proses pelaporan dan evaluasi capaian penelitian, untuk mengukur sejauh mana kegiatan penelitian telah berjalan dan persentase progres yang telah dicapai oleh masing-masing peneliti.
“Melalui Monev ini kita dapat melihat seberapa besar perkembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Dari sini, kita bisa menentukan langkah perbaikan agar riset yang dihasilkan semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan Monev berlangsung dinamis dengan suasana diskusi yang produktif. Para dosen peneliti mendapatkan banyak masukan dari Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, terutama terkait penguatan luaran penelitian, publikasi ilmiah, dan strategi keberlanjutan riset agar memiliki dampak yang nyata.
Dengan terselenggaranya Monev ini, UNU NTB menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang unggul, kolaboratif, dan berdampak luas, sekaligus mendukung visi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
