Pendidikan karakter merupakan proses pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan dan pengembangan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian peserta didik.
Pemerintah berupaya menanamkan pendidikan karakter dengan cara menerapkannya pada bidang studi di sekolah. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu prioritas dalam Merdeka Belajar adalah pendidikan karakter.
Artikel Populer:KOLABORASI KELUARGA DAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN REMAJA
Integrasi pendidikan karakter melalui kurikulum berbasis budaya merupakan saran untuk melestarikan nilai-nilai budaya. Kebudayaan Bima masih kental dengan syarat nilai-nilai moral dan etika. Kebudayaan local Bima merupakan bagian dari kearifan local Bima yang dilakukan berulang dan terus-menerus.
Budaya Nggahi rawi pahu merupakan kearifan local Bima yang berperanan penting dalam mengatur pola perilaku dalam kehidupan sosial. Dalam bahasa Bima, Nggahi berarti ucapan, rawi berarti tindakan dan pahu berarti sesuai atau selaras.
Maka Nggahi Rawi Pahu memiliki makna keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Salah satu nilai karakter yang tercemin dari budaya Nggahi rawi pahu adalah kejujuran, Dalam proses pembelajaran, kejujuran merupakan salah satu sikap saintifik.
Sikap jujur sangat penting dalam suatu penyelidikan melalui kegiatan mengumpulkan dan mengolah data, serta jujur dalam menyampakan hasil ataupun keputusan.
Nggahi rawi pahu dapat mendukung pembentukan karakter melalui pemahaman tentang nilai-nilai kejujuran tersebut.
Pembelajaran yang menanamkan nilai budaya diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan nilai karakter bangsa.
