Ledakan Politik di NTB: Garda Prabowo Bongkar Isu Otoriter di Tubuh Gerindra!

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250816 WA0056

Lombok Tengah – Suasana politik di internal Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak memanas. Ketua DKD Garda Prabowo Lombok Tengah, Lalu Ibnu Hajar, akhirnya angkat bicara lantang menanggapi isu rencana pergantian Ketua DPD Partai Gerindra NTB.

Baca Juga:Ribuan Anak NTB Terancam Putus Sekolah, Beasiswa dan RPJMD di Ujung Tanduk

Ibnu Hajar menegaskan bahwa rencana pergantian Ketua DPD Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, tidak sesuai prosedur dan dianggap mengingkari perjuangan panjang seluruh kader serta simpatisan Gerindra di NTB.

“Keputusan itu salah dan fatal bila benar dilakukan. Kami tahu persis bagaimana pengorbanan Pak Lalu Fathul Bahri bersama kader Gerindra hingga partai ini menang besar di NTB, bahkan berhasil mengantarkan H. L. Mohammad Iqbal menjadi Gubernur NTB saat ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Ibnu Hajar menyebut keputusan DPP Gerindra Pusat terkesan otoriter dan menutup telinga terhadap aspirasi kader serta simpatisan di daerah.

“Kami menolak keras keputusan DPP yang cenderung otoriter. Suara kader dan pejuang Gerindra NTB harus didengar! Kami minta Pak Prabowo Subianto mengkaji ulang rencana pergantian Ketua DPD NTB,” tegasnya dengan nada tinggi.

Menurutnya, Gerindra NTB sudah besar dan kuat berkat kerja keras kader di bawah kepemimpinan H. Lalu Fathul Bahri. Karena itu, wacana pergantian justru dinilai sarat kepentingan politik kelompok tertentu.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah pembinaan dan kaderisasi, bukan politik belah bambu yang justru melemahkan Gerindra di NTB,” pungkas Ibnu Hajar.

Situasi panas ini diprediksi akan menjadi sorotan politik nasional, sebab NTB selama ini dikenal sebagai salah satu basis suara penting Partai Gerindra.