Lalu Iqbal Buktikan Integritas, Tidak Lantik Kakak Kandung Jadi Inspektur NTB

Avatar of lpkpkntb
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB di Mataram, Rabu (17/9/2025).
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB di Mataram, Rabu (17/9/2025). (Dok/net).

Mataram, – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal mengambil keputusan politik yang tak biasa. Ia dengan berani memilih tidak melantik kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumawati yang sebenarnya meraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) untuk posisi Inspektur Inspektorat NTB.

Baca:*Wawancara Eksklusif Bersama tvOne, Bupati Paparkan Potensi Luwu Utara, Ada Kopi Seko dan Air Panas Pincara*

“Alhamdulillah kalau teman-teman tahu nilainya paling tinggi, beliau lama di Inspektorat,” kata Iqbal usai melantik pejabat Eselon II lingkup Pemprov NTB, Rabu (17/9). Iqbal menjelaskan, ada banyak pertimbangan yang menjadi landasan untuk membuat keputusan tersebut. Salah satunya adalah menghindari persepsi publik agar tidak menilai seleksi terbuka menjadi sarana kepentingan politik jika Baiq Nelly yang merupakan kakak kandungnya tetap dipilih.

Baca Juga:Suara NTB untuk Prabowo: Pisahkan Urusan Pemuda dan Olahraga, Pilih Menpora Kompeten

“Ada banyak pertimbangan yang saya berikan. Berdasarkan peraturan, saya diberikan kebebasan memilih salah satu di antara tiga besar itu,” jelasnya. Atas keputusan itu, Lalu Iqbal mengaku kakaknya sangat memahami dan menerima keputusan tersebut. “Saya yakin kakak saya paham pertimbangan saya, dan beliau juga cukup senang bisa mengikuti proses seleksi yang objektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB melantik delapan pejabat eselon II. Mereka adalah Herman Budi sebagai Inspektur Inspektorat NTB, Syamsudin sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ervan Anwar sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Irnadi Kusuma sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Marga Sulkifli Rayes sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTB, Dr. Hubadi sebagai Kepala Biro Hukum Setda NTB, Dr. Najamuddin Amy sebagai Kepala Biro Perekonomian Setda NTB yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, serta M. Taufik Hidayat sebagai Kepala Biro Organisasi Setda NTB yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Selain pelantikan eselon II, rotasi juga dilakukan di jajaran eselon III. Wahyu Hidayat yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPMPTSP kini menjadi Kepala Bagian Protokol Biro Administrasi Pimpinan. Posisi Sekretaris DPMPTSP diisi oleh Dadang Fajar yang sebelumnya menjabat Kabag Administrasi Pimpinan Setda NTB. Sementara itu, Jaka Wahyana yang sebelumnya Sekretaris Dikbud NTB dipindahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan. Arifin dari Dinas Perindustrian dipercaya mengisi jabatan sebagai Sekretaris Dikbud NTB.

Usai pelantikan, Iqbal menegaskan bahwa pejabat yang menduduki jabatan strategis merupakan figur terbaik hasil seleksi terbuka yang digelar secara transparan pada Agustus lalu. “Sebagian besar yang dilantik ini baru saya kenal setelah mereka masuk tiga besar. Jadi alhamdulillah, ini yang terbaik yang kita persembahkan untuk masyarakat NTB,” tegasnya. Ia menambahkan, proses seleksi dilakukan sepenuhnya secara objektif tanpa intervensi pihak manapun. “InsyaAllah, bisa ditanyakan ke peserta yang masuk tiga besar maupun yang dilantik, prosesnya benar-benar objektif,” tambahnya.

Meski demikian, Iqbal mengakui jumlah pejabat perempuan yang ikut seleksi masih sangat terbatas. “Memang tidak banyak yang ikut dari perempuan, jadi ini juga catatan penting agar ke depan lebih banyak perempuan berani ikut kompetisi,” ujarnya.

(*)