Masjid Al-Mu’min Monjok di Padati Ratusan Jamaah dalam Peringatan Isra’ Mi’raj 2026

Avatar of lpkpkntb
Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Mu’min Monjok Pemamoran dalam Peringatan Isra’ Mi’raj 2026
Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Mu’min Monjok Pemamoran dalam Peringatan Isra’ Mi’raj 2026

MONJOK PEMAMORAN – Masjid Al-Mu’min Pemamoran dipadati ratusan jamaah dalam menyambut Isra Mi’raj pada Senin malam (19/01/2026), bertepatan dengan 30 Rajab 1448 H. Warga dari berbagai wilayah sekitar Monjok tampak antusias mengikuti peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung selepas salat Maghrib.

Masjid Al-Mu’min Monjok

Baca:Fix! Jadwal Haji 2026 Dimajukan — Jemaah Siap Berangkat Lebih Awal?

Penceramah utama, Dr. TGH. Lalu Ahmad Zainuri, LC., MA, membawa jamaah menelusuri kembali perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.

Menurutnya, Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah sejarah, tetapi penegasan hubungan manusia dengan Allah SWT melalui ibadah salat. Salat disebut sebagai kewajiban paling mudah sekaligus paling langsung menghubungkan seorang Muslim dengan Tuhannya.

Dalam ceramahnya, Dr. Zainuri juga mengingatkan jamaah akan ujian berat yang menimpa Rasulullah setelah peristiwa agung tersebut, termasuk wafatnya kakek beliau Abdul Muthalib dan pamannya Abu Thalib, sosok yang selama hidupnya mendukung perjuangan dakwah Nabi.

Beliau menyampaikan firman Allah dalam Al-Qur’an sebagai penguat keimanan dan kesabaran:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَ بْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Ia kemudian melanjutkan dengan ayat penegas bahwa Allah tidak membiarkan hambanya tanpa jalan keluar:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)

Ayat-ayat tersebut disampaikan untuk meneguhkan hati umat agar tetap tabah, karena setiap ujian selalu diikuti kemudahan dari Allah SWT.

Di sela penyampaian tausiyah, Dr. Zainuri juga menyampaikan kabar gembira terkait meningkatnya pelayanan ibadah haji dan umroh melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umroh oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa Provinsi NTB diperkirakan mendapat kuota sekitar 5.700 jamaah pada 2026, bertambah dari tahun sebelumnya berkat keberhasilan pelaksanaan haji 2025 yang menempatkan NTB sebagai open seat terbaik pertama di Indonesia. Ia mengajak jamaah bersyukur dan turut mendoakan kelancaran calon haji tanah air.

Acara peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al-Mu’min berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan hingga selesai. Kehadiran jamaah dalam jumlah besar menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Rasulullah SAW dan semangat meneladani nilai-nilai perjuangannya. Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini dan berharap momentum Isra’ Mi’raj terus menghidupkan semangat salat, sabar menghadapi ujian, serta syukur atas nikmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan; ia menjelma sebagai momentum penyadaran kolektif bagi masyarakat bahwa perjalanan Rasulullah SAW adalah kompas bagi umat dalam menghadapi tantangan zaman.

Di tengah derasnya arus teknologi, informasi, dan perubahan sosial yang begitu cepat, masyarakat diingatkan bahwa hubungan manusia dengan Allah SWT melalui salat lima waktu tetap menjadi pondasi utama yang tak tergantikan. Panitia berharap gelaran tahun 2026 ini.

membangkitkan kembali semangat jamaah agar memaknai ibadah bukan hanya dalam ritual, tetapi juga dalam kehidupan nyata melalui akhlak, kesabaran, dan syukur.

Selain itu, semakin terbukanya akses ibadah haji serta meningkatnya pelayanan pemerintah diharapkan menjadi pemantik umat untuk memperkuat niat suci menunaikan rukun Islam kelima.

Tidak hanya bagi calon jamaah haji, tetapi bagi seluruh masyarakat, pesan yang sama bergema: bahwa Islam adalah agama yang menghadirkan keseimbangan antara ibadah, perjuangan, dan keteguhan hati saat menghadapi ujian kehidupan.

Dengan penuh harap, Masjid Al-Mu’min Monjok Pemamoran akan terus menjadi pusat dakwah, pencerahan, dan penyambung silaturahmi agar nilai-nilai perjuangan Nabi Muhammad SAW terus tumbuh dan menetap di hati umat hingga generasi mendatang.