Ngadu Ke Komisi III DPR RI, Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus Mahasiswi Unram, Ada Apa Sebenarnya? Selengkapnya

Avatar of lpkpkntb
Ngadu Ke Komisi III DPR RI, Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus Mahasiswi Unram, Ada Apa Sebenarnya? Selengkapnya...
Ngadu Ke Komisi III DPR RI, Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus Mahasiswi Unram, Ada Apa Sebenarnya? Selengkapnya.. (Photo: pulausumbawanews/net.

 

lpkpkntb.com – MATARAM – Kasus  Mahasiswi Unram.  Makkiyati menyampaikan bahwa pada 26 Agustus 2025 dirinya mencoba menghubungi Radiet, namun teleponnya tidak tersambung. Seusai salat Subuh, seseorang datang menggedor pintu rumah dan memberitahukan bahwa Radiet menjadi korban begal. Dua hari kemudian, tepatnya 28 Agustus, ia berangkat ke Mataram dan mendapati anaknya berada di Rumah Sakit Provinsi Mataram.

Kasus Mahasiswi

Selanjutnya, pada 19 September, ia mendapat kabar bahwa Radiet dibawa ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk diamankan. Setibanya di sana, Makkiyati mengaku terkejut karena memperoleh informasi bahwa putranya disebut telah mengakui perbuatan pembunuhan. Namun ia membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa saat itu kondisi Radiet terlihat gemetar. Ia juga menyebut anaknya belum langsung didampingi penasihat hukum.

Baca: Dikenal Bijak di YouTube, Motivator Ini Ternyata Diduga Dalang Pembunuhan Bernilai Rp13 Miliar

Dalam rapat dengar pendapat umum di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Makkiyati menegaskan keyakinannya bahwa Radiet bukan pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nitra. Ia bersumpah atas nama Allah bahwa anaknya tidak melakukan perbuatan tersebut.

Ngadu Ke Komisi III DPR RI, Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus Mahasiswi Unram, Ada Apa Sebenarnya? Selengkapnya
Ngadu Ke Komisi III DPR RI, Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus Mahasiswi Unram, Ada Apa Sebenarnya? Selengkapnya. Photo:screenshot media sosial.

Makkiyati juga menuturkan bahwa pengacara baru datang keesokan harinya dengan alasan meminta keringanan hukuman. Menurutnya, sejak kecil hingga menempuh pendidikan, Radiet tidak pernah menunjukkan perilaku menyimpang dan dikenal sebagai anak yang patuh serta berprestasi.

Sementara itu, kuasa hukum Radiet, Hotman Paris Hutapea, mempertanyakan konstruksi hukum yang menjerat kliennya sebagai terdakwa. Ia menilai tuduhan pembunuhan tersebut tidak masuk akal secara hukum. Menurutnya, Radiet dan korban diketahui bertemu di kawasan Pantai Nipah yang merupakan area cukup ramai dan terdapat hotel besar di sekitarnya.

Biadab! Pembunuhan dan Mutilasi di Ngawi, Kepala Korban Ditemukan di Trenggalek

Hotman menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan beberapa hari kemudian di pantai, sementara sekitar 100 meter dari lokasi itu, Radiet juga ditemukan dalam kondisi luka-luka parah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan foto-foto kondisi Radiet akan diperlihatkan kepada anggota dewan, namun tidak untuk dipublikasikan ke media karena bersifat sensitif.