Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuka Program Beasiswa Santri 2025, sebuah program persiapan masuk perguruan tinggi bagi 10.000 santri aktif kelas 12 MA sederajat yang berprestasi, terutama dari keluarga dhuafa. Tahun ini BAZNAS mengalokasikan Rp40 miliar untuk mendukung pendidikan para santri.
Baca:BAZNAS Buka Relawan Ramadhan 1447 H, Mahasiswa Bisa Daftar! Kuota Terbatas!
Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan Rp4 juta yang mencakup biaya bimbingan belajar, pendaftaran seleksi masuk PTN seperti SNBT dan UM-PTKIN, try out, buku persiapan, akomodasi tes, serta operasional pembinaan. Program ini diperkenalkan dalam Temu Perdana dan Bimbingan Pelaksanaan Program Beasiswa Santri 2025 melalui siaran langsung YouTube BAZNAS TV, Senin (17/11/2025).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin bangsa dari lingkungan pesantren.
“Beasiswa Santri BAZNAS adalah investasi untuk mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya. Ketika santri diberi akses yang setara, mereka bisa melesat jauh dan membawa nilai-nilai kuat untuk membangun negeri,” ujarnya.
Kiai Noor menambahkan, program ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam penguatan SDM unggul, serta sejalan dengan tujuan SDGs dan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga dan mengembangkan akal. Ia optimis beasiswa ini akan mengurangi hambatan finansial santri dhuafa dalam mengakses pendidikan tinggi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., juga menekankan besarnya potensi santri sebagai calon pemimpin masa depan.
“Dari pesantren sederhana akan lahir pembawa cahaya negeri ini. Santri harus berani masuk birokrasi, menjadi teknokrat, dan memegang estafet keulamaan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya membuka akses bagi santri untuk menembus PTN favorit. Ia memaparkan perkembangan program sejak 2021 yang terus meningkat — dari 5.000 menjadi 10.000 peserta pada 2025, serta dari 346 menjadi 506 pesantren yang berpartisipasi.
Fikri juga menyampaikan capaian program hingga 2024. Sebanyak 7.215 santri (72,2%) berhasil lolos ke perguruan tinggi: 5.290 ke PTN dan PTKIN, 67 ke sekolah kedinasan, 141 kuliah di luar negeri, dan sekitar 1.500 di kampus swasta.
“Kami berharap tingkat kelulusan tahun 2025 semakin meningkat,” katanya.
BAZNAS berharap Program Beasiswa Santri 2025 menjadi pintu besar bagi santri dhuafa untuk memperoleh pendidikan tinggi dan menjadi generasi kompeten, profesional, dan beragama.
