Lombok Timur, NTB — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB menghadirkan inovasi pangan berbasis bahan lokal dengan memperkenalkan Kripik Batang Pepaya kepada masyarakat Desa Keruak, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga:KKN UNU NTB MENGUAK SEJARAH DI DESA TERTUA DI BUMI TATAS TUHU TRASNA
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Kripik Batang Pohon Pepaya” ini berlangsung di Balai Desa Keruak dengan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Inovasi ini terbilang unik, karena memanfaatkan batang pepaya yang selama ini jarang digunakan. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa batang pepaya ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, mulai dari karbohidrat, protein nabati, vitamin, hingga serat pangan yang baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, senyawa bioaktif seperti papain dan flavonoid juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan.
“Melalui workshop ini kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana yang sering dianggap limbah bisa diolah menjadi produk camilan gurih, sehat, sekaligus bernilai ekonomi,” ujar Febrianto, Ketua KKN UNU NTB Desa Keruak.

Dalam kegiatan tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hasbi, M.Or, yang mendukung penuh inovasi mahasiswa binaannya. Ia menekankan pentingnya kreativitas berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menciptakan peluang usaha baru.
Sementara itu, Pendamping Desa, Nurdin, yang juga Kasi Pemerintahan, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, inovasi kripik batang pepaya sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan produk lokal.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, melatih keterampilan masyarakat, serta mendorong kreativitas dalam menciptakan produk baru berbasis bahan lokal. Dalam praktiknya, warga dilatih mulai dari teknik pengolahan, penggorengan, hingga cara pengemasan agar produk lebih awet dan layak dipasarkan.
Kepala Desa Keruak juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN UNU NTB. “Inovasi ini membuka peluang usaha baru bagi warga, dan ke depan bisa menjadi produk unggulan desa,” ungkapnya.
Antusiasme warga tampak tinggi sepanjang kegiatan. Banyak peserta yang mencoba langsung proses pembuatan kripik batang pepaya, sekaligus mencicipi hasil olahan yang gurih dan renyah.
Melalui inovasi ini, Desa Keruak diharapkan dapat menciptakan produk pangan unik sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
