Mataram – Fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat) resmi dilepas untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Prasekolahan (PLP) Tahun 2025. Mereka akan menjalani praktik di 37 sekolah mitra yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Pulau Lombok, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, MA hingga Madrasah Ibtidaiyah.
Baca Juga:Kemendikbudristek Perbarui Aturan DOSEN: Penghasilan dan KARIER, Selengkapnya!
Kegiatan ini melibatkan empat program studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Seni, dan Pendidikan Sosiologi. Dari total 37 sekolah, 10 berada di Kota Mataram, 16 di Kabupaten Lombok Barat, dan 11 di Kabupaten Lombok Tengah.

Acara pembekalan berlangsung hangat di Aula UNU NTB dan dihadiri oleh Rektor Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I., Dekan Fakultas Pendidikan Hadi Wijaya, M.Pd., Wakil Dekan Dr. Yadi Imansyah, M.Or., para Kaprodi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh peserta PLP.
Ketua panitia, Muhammad Zoher Helmi, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PLP menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menimba pengalaman langsung di dunia pendidikan. “Sebanyak 205 mahasiswa telah kami tempatkan di 37 sekolah mitra. Ini bukan sekadar praktik mengajar, tetapi pembentukan karakter profesional calon guru,” ujarnya. Ia berharap seluruh mahasiswa menjaga nama baik UNU NTB, menjunjung tinggi etika akademik, dan mampu beradaptasi dengan budaya sekolah masing-masing.

Adapun Sekretaris Panitia, Muhammad Syahroni, M.Fis., turut memastikan seluruh aspek teknis dan koordinasi lapangan berjalan dengan baik agar mahasiswa mendapat pengalaman maksimal selama praktik.
Dekan Fakultas Pendidikan Kandidat Doktor, Hadi Wijaya, M.Pd., membuka sambutan dengan pantun yang membuat suasana menjadi cair:
“Pergi ke pasar membeli tempe, penjualnya bernama Bu Ani,
Tetap semangat pejuang PLP, semoga tahun depan jadi alumni.”

Dalam arahannya, dekan mengajak mahasiswa untuk memahami makna ‘M.E.R.D.E.K.A’ sebagai filosofi belajar. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan tujuan PLP dan arah pembelajaran. “Sebelum melaksanakan program, lakukan analisis kebutuhan sekolah, pahami konteks, demonstrasikan ide, elaborasi pemahaman, lalu koneksikan antar-materi agar pembelajaran bersifat interdisipliner,” jelasnya.
Hadi juga menyinggung pentingnya penerapan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. “Sudah saatnya kita mempraktikkan pembelajaran mendalam yang menumbuhkan kreativitas, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I., dalam sambutannya memberikan pesan inspiratif yang disambut antusias mahasiswa. “Belajarlah dari pengalaman, belajarlah dari kehidupan. Inilah nilai yang melekat pada diri seorang calon pendidik. Ilmu teori sudah kalian dapat di UNU NTB, kini saatnya menerjemahkannya dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Rektor menekankan pentingnya disiplin waktu dan kesadaran diri sebagai kunci kesuksesan. “Kalau kita ingin sukses, semuanya bermula dari diri kita sendiri. Manajemen waktu itu keharusan, karena kita tidak tahu kapan nyawa kita diambil. Waktu adalah sesuatu yang sangat mahal,” katanya. Ia menambahkan, “La raahata ba’dal yaum,” tidak ada istirahat dalam menuntut ilmu. “Orang sukses tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Maka manfaatkan sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, dan kesempatanmu sebelum hilang.”
Sebagai universitas berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Rektor juga berpesan agar mahasiswa menanamkan nilai-nilai Aswaja dalam setiap langkahnya. “Aswaja bukan hanya slogan, tapi panduan hidup. Apa yang dicontohkan Rasulullah dan para ulama harus menjadi ruh dalam tindakan kalian,” pesannya.
Beliau menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga kedisiplinan selama PLP. “Jika kegiatan di sekolah dimulai pukul 07.00 WITA, maka datanglah sebelum jam itu. Tidak ada orang pintar tanpa melalui proses. Nikmatilah setiap proses dengan ikhlas dan tanggung jawab.”
Acara pembekalan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto civitas akademika Fakultas Pendidikan UNU NTB. Suasana berlangsung penuh semangat dan kehangatan. Dengan bekal teori, karakter, dan nilai Aswaja, 205 mahasiswa UNU NTB kini siap belajar dan mengabdi di sekolah-sekolah seluruh NTB.
