Darurat Sampah! TPA Kebon Kongok Overload, Kades Suka Makmur Angkat Bicara

Avatar of lpkpkntb
Darurat Sampah! TPA Kebon Kongok Overload, Kades Suka Makmur Angkat Bicara
Darurat Sampah! TPA Kebon Kongok Overload, Kades Suka Makmur Angkat Bicara

NTB – lpkpkntb.com – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TPA Kebon Kongok yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas (overload) menjadi perhatian serius berbagai pihak. Permasalahan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan tata kelola sampah, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.

Baca:Ada Apa dengan PPPK Paruh Waktu Lombok Barat? Aktivis Soroti Gaji dan Surat Pernyataan, Aktivis Siap Bongkar Fakta

Kepala Desa Suka Makmur, H. Selamet, menyampaikan keprihatinannya atas situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan overload TPA Kebon Kongok perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah daerah, pengelola TPA, maupun masyarakat, agar penanganannya dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan akibat kelebihan kapasitas tersebut berpotensi memicu persoalan lingkungan dan sosial apabila tidak segera ditangani secara komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang terukur serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

H. Selamet menyatakan bahwa Pemerintah Desa Suka Makmur pada prinsipnya siap mendukung segala bentuk kebijakan dan upaya pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam mencari solusi terbaik. Ia berharap langkah yang diambil nantinya mengedepankan pendekatan yang transparan, partisipatif, serta memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Desa Suka Makmur mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan overload TPA Kebon Kongok. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Sosialisasi yang terbuka serta dialog yang konstruktif dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh dan diterima dengan baik oleh warga.

Selain itu, H. Selamet mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif. Ia mengimbau agar aspirasi disampaikan melalui jalur musyawarah dan dialog, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Pemerintah desa siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah demi tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pengelola TPA, dan masyarakat, diharapkan permasalahan overload TPA Kebon Kongok dapat segera ditangani secara menyeluruh. Langkah kolaboratif dan terukur diyakini mampu meminimalkan dampak sosial maupun lingkungan, sekaligus menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.