Provinsi Baru di Ujung Pulau? Sumbawa Bergejolak, Jakarta Menoleh! Ini Kata Ketua LP-KPK NTB

Avatar of lpkpkntb
Dok. (Pribadi). Suhadayati,S.H." Politisi dan Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan NTB (LP-KPK).
Dok. (Pribadi). Suhadayati,S.H." Politisi dan Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan NTB (LP-KPK).

Sumbawa Barat – warga Pulau Sumbawa turun ke jalan dalam aksi besar-besaran pada Kamis (15/5) di Desa Tambak Sari, Kecamatan Taliwang. Tuntutan utama mereka jelas: segera realisasikan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Baca Juga:Bentuk Jembatan Terpanjang di Indonesia Setelah Suramadu, Akan Ada di NusaTenggara Barat (NTB)

Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi memanas saat massa mendesak barikade aparat. Momen paling dramatis terjadi ketika orator aksi, Abu Bakar alias Beko, meloncat dari atas mobil pengeras suara ke tengah kerumunan, memancing sorakan dan ketegangan di antara peserta.

“Ini bukan soal politik. Ini soal keadilan pembangunan. Kami ingin Pulau Sumbawa memiliki masa depan yang mandiri dan lebih baik,”
Abu Bakar Beko, orator aksi

Bentrok singkat tak terhindarkan. Beberapa aparat sempat terdesak dan jatuh ke kerumunan saat mencoba meredam massa. Pihak kepolisian segera membentuk barikade tameng, sementara pimpinan aksi turun tangan untuk mengendalikan situasi.

Setelah situasi mereda, aksi dilanjutkan secara tertib di kawasan Mutar Telu, lokasi simbolis di Desa Tambak Sari. Massa bergiliran menyampaikan orasi dan membentangkan spanduk bertuliskan “Pulau Sumbawa Mandiri Sekarang Juga.”

Dukungan dari LP-KPK NTB

Ketua LP-KPK NTB, Suhada dari LP-KPK menanggapi aksi tersebut dengan dukungan terhadap semangat pemekaran. Ia menyebut bahwa Kementerian Dalam Negeri telah memberi sinyal positif, namun tetap menekankan pentingnya pemenuhan seluruh persyaratan administratif dan infrastruktur.

“Pemekaran provinsi bukan perkara mudah. Semua aturan main harus dipenuhi. Tapi Pulau Sumbawa punya kekayaan alam yang luar biasa layak untuk mandiri.”
Suhada, Ketua LPKPK NTB

Baca: Jembatan Samota Terpanjang NTB Dapat Kucuran Dana Dari Pemerintah Pusat Rp120 Miliar, Begini Kata Pemda

Menurutnya, perjuangan ini mencerminkan semangat rakyat yang ingin keadilan pembangunan. Selama semua prosedur dipenuhi dan dijalankan secara konstitusional, pihaknya akan terus memberikan dukungan penuh.

Aparat Tetap Siaga, Seruan Damai Menggema

Meski sempat terjadi ketegangan, aksi massa tetap menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Polisi masih berjaga di sekitar lokasi hingga malam untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh warga tetap menjaga ketertiban dan menyuarakan aspirasi dalam koridor hukum.

Aksi 15 Mei 2025 ini menjadi babak penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa menuju otonomi. Dengan semangat damai dan komitmen kuat, harapan atas terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa kini kembali menggema ke panggung nasional.