Mataram – SDN 46 Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan literasi budaya yang digelar melalui program Indonesiana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan dalam skema Program Layanan Produksi Bidang Kebudayaan, kategori Pendayagunaan Ruang Publik Tahun 2025, yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Baca Juga:Dana Abadi Kebudayaan Hadir di SDN 14 Cakranegara, Siswa Belajar Lontar hingga Tarian Sasak
Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi budaya Sasak bagi para siswa, mulai dari pengenalan lontar, bahasa Sasak, busana adat, hingga seni tari tradisional. Program ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kepala SDN 46 Cakranegara, Baiq Devy Paramitha, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah sangat mendukung kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya menanamkan karakter dan kebanggaan budaya kepada peserta didik.
“Ini kegiatan luar biasa untuk anak-anak. Tantangan sekarang sangat berat karena digitalisasi begitu keras. Media sosial membuat anak-anak sering tidak mau menyaring sendiri informasi yang mereka lihat,” ujar Baiq Devy Paramitha.
Baca:SDN 07 Cakranegara Jadi Lokasi Literasi Budaya Sasak, Dr. Khairil: Semua Harus Kenal Identitas Sasak
Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk mengenali dan menjaga warisan budaya daerah, khususnya budaya Sasak.
“Kalian harus melestarikan budaya kalian sendiri, yaitu budaya Sasak. Kita punya bahasa, sejarah, pakaian adat, semuanya harus dikembangkan,” tegasnya di hadapan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu tokoh yang menjadi penggerak program adalah Dr. Khairil Anwar, M.Pd, yang berasal dari program Indonesiana sekaligus Dosen di Universitas Islam Negeri Mataram (UIN) Mataram. Ia turut menyampaikan materi sekaligus membangun suasana interaktif dalam kegiatan.
Dr. Khairil Anwar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan literasi budaya di sekolah. Ia menegaskan bahwa program ini bisa berjalan karena adanya perhatian pemerintah melalui pemanfaatan hasil kelola Dana Abadi Kebudayaan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya kepada Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang telah memberikan ruang dan dukungan melalui program Indonesiana. Ini menjadi kesempatan penting bagi anak-anak untuk mengenal budaya Sasak sejak dini,” ujar Dr. Khairil Anwar.
Tak hanya memberikan pemaparan, Dr. Khairil Anwar juga memberikan kuis kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai budaya Sasak yang telah dikenalkan dalam sesi kegiatan.
Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. H. Jamal sebagai pembicara yang menyampaikan materi tentang pengenalan lontar Sasak, sebagai salah satu warisan literasi tradisional masyarakat Lombok yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Jadwal Kegiatan Literasi Budaya Sasak di SDN 46 Cakranegara
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan melalui program Indonesiana di SDN 46 Cakranegara memiliki jadwal sebagai berikut:
- Pengenalan Lontar Sasak: 21 April 2026
Pemateri: Prof. Dr. H. Jamal - Pelatihan Bahasa Sasak: 22–23 April 2026
Pemateri: L. Abdurrahim, S.I - Busana Sasak: 27–28 April 2026
Pemateri: Amak Mila dan Bq. Sekar Utami, S.Pd., M.Pd - Pelatihan Tarian Sasak: 23 dan 30 April 2026, dilanjutkan 7, 12, 20, 21, dan 22 Mei 2026
Pelatih: Bq. Lare Ginggit
Pihak sekolah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak dalam pembentukan karakter siswa dan memperkuat identitas budaya lokal.
Melalui program Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan RI tersebut, SDN 46 Cakranegara optimistis para siswa akan semakin mencintai budaya daerahnya dan tumbuh sebagai generasi yang bangga terhadap warisan leluhur.
“Budaya Sasak adalah identitas kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tutup Baiq Devy Paramitha.
