Seribu Bendera dan Ribuan Jamaah Sambut Kehadiran PBNU di Mataram

Avatar of lpkpkntb
5.000 Nahdliyin Bakal Tumpah Ruah di Pelantikan PWNU NTB 2025–2030
(Dokumentasi: PBNU) 5.000 Nahdliyin Bakal Tumpah Ruah di Pelantikan PWNU NTB 2025–2030.

Mataram – September mendatang, panggung besar Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat siap pecah meriah. Tidak tanggung-tanggung, jajaran lengkap Pengurus Besar NU mulai dari Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen H. Saifullah Yusuf, hingga Bendahara Umum Gus Gudfan Arif akan hadir langsung di pelantikan PWNU NTB masa khidmah 2025–2030 yang akan digelar pada 14–15 September 2025 di Auditorium UIN Mataram.

Baca Juga:Ilmu Tanpa Adab Bagaikan Api Tanpa Kayu Bakar

Panitia pelaksana yang dipimpin Nuruddin telah menggelar rapat perdana pada Selasa (12/8/2025) di Aula Utama Kantor PWNU NTB, Jalan Pendidikan No. 6 Mataram. Rapat dihadiri sekitar 50 orang dari pengurus wilayah, lembaga, dan badan otonom tingkat provinsi, membahas pembagian tugas setiap seksi hingga teknis pelaksanaan acara.

Baca Ini:6 Sifat-Sifat Kelompok yang Sering di Sebut Wahhabi Dalam Kacamata Kebanyakan Orang

Sekretaris PWNU NTB, H. Daud Nurjadi, menegaskan bahwa pelantikan ini akan dikemas meriah dengan nuansa syiar, antara lain pemasangan seribu bendera di titik-titik strategis dan kehadiran sekitar 5.000 Nahdliyin. “Setelah ini, masing-masing koordinator seksi akan memfinalkan daftar kebutuhan agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujar Mik Daud.

Tak hanya prosesi pelantikan, acara juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan gratis, pemeriksaan laboratorium gratis, dan donor darah untuk masyarakat.

Sebagai informasi, pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV NU NTB yang digelar 18 Januari 2025 di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, TGH Masnun Tahir kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU NTB untuk masa khidmah 2025–2030. Sementara TGH Lalu Turmudzi Badaruddin kembali dipercaya menjadi Rais Syuriah PWNU NTB.

Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Muhammad Faesal, menjelaskan bahwa pemilihan pengurus NU dapat dilakukan melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara. Dalam sidang pleno, tujuh anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sepakat menunjuk kembali Masnun untuk memimpin, dan keputusan tersebut langsung disetujui oleh Rais Syuriah terpilih. Dengan persetujuan ini, penetapan Masnun sebagai Ketua PWNU NTB sah secara aklamasi.