Mataram – UNU NTB. Kegiatan buka puasa bersama dan pemberian penghargaan dosen serta tenaga kependidikan terbaik tahun 2026 di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat berlangsung khidmat di Ballroom Atqia UNU NTB, Kota Mataram, Sabtu (14/3/2026).
Acara ini menunjukkan komitmen Unu ntb dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan. Turut hadir Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III yang mendampingi pimpinan dalam kegiatan silaturahmi civitas akademika pada bulan suci Ramadhan.
Baca Juga:Kampus NU dari NTB Bersinar di Tingkat Nasional, Ini Deretan Penghargaan yang Diraih
Peran UNU NTB dalam Pengembangan Pendidikan
Dalam sambutannya, Rektor Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I., menekankan pentingnya menjadikan pengabdian di dunia pendidikan sebagai bagian dari amal kebaikan.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hendaknya dimaknai sebagai ladang untuk menanam kebaikan yang kelak menjadi bekal di akhirat.
Hal ini juga menjadi bagian dari visi Unu ntb untuk mencetak generasi yang peduli terhadap masyarakat.
Baca:LP2M UNU NTB Hadirkan Reviewer Nasional untuk Monev Hibah Diktisaintek 2025
“Lapangan dunia ini hendaknya kita jadikan sebagai ladang untuk akhirat. Mengajar, membimbing mahasiswa, dan mengabdi di kampus jangan hanya dipandang sebagai kepentingan materi semata, tetapi sebagai jalan ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, setiap ilmu yang diajarkan dan setiap pengabdian yang dilakukan oleh dosen serta tenaga kependidikan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Sementara itu, sambutan kedua disampaikan oleh Adi Fadli yang memberikan pengarahan sekaligus mengingatkan kembali sejarah berdirinya universitas tersebut.
Guru besar yang juga menjabat sebagai Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat itu menjelaskan bahwa kampus Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat pada awalnya dibangun dengan semangat pengabdian kepada umat dan masyarakat.
Dengan semangat pengabdian, Unu ntb berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Menurutnya, embrio kampus tersebut berawal dari lembaga pendidikan yang dahulu dikenal dengan nama UNU TGH Saleh Hambali Bengkel.
Ia juga menuturkan kisah ulama besar dari Bengkel, yakni TGH M. Shaleh Hambali Bengkel, yang dikenal sebagai sosok ulama produktif dalam menulis kitab.
Prof. Adi Fadli menceritakan bahwa pada tahun 1916, sepulang dari Mekkah, TGH M. Shaleh Hambali Bengkel tiba di tanah air bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Pada masa itu, beliau justru sangat produktif menulis berbagai kitab keilmuan.
“Ketika bulan puasa, beliau justru sangat produktif menulis kitab. Itu menunjukkan bagaimana ulama terdahulu memanfaatkan waktu dengan sangat baik untuk berkarya dan mengabdi,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat tersebut seharusnya menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat melalui dunia pendidikan.
“UNU NTB ini dibangun untuk mengabdi. Spirit pengabdian itulah yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Semangat ini menjadi dorongan bagi seluruh civitas akademika Unu ntb untuk terus mengembangkan diri.
Di akhir acara juga disampaikan sekilas riwayat ulama besar Bengkel tersebut. TGH M. Shaleh Hambali Bengkel wafat pada hari Sabtu, 15 Jumadil Akhir 1388 H, yang bertepatan dengan 7 September 1968, sekitar pukul 07.00 WITA. Sebelum wafat, beliau sempat berwasiat kepada keluarga dan para santrinya agar senantiasa menjaga persatuan, belajar kepada para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, serta terus mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Dilansir Nu.or.id
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam memajukan kampus.
