Awalnya Dianggap Limbah, Kini Jadi Camilan Inovatif Mahasiswa UNU NTB, Dengan Segudang Kandungan Gizi

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 08 19 13 46 40 46 965bbf4d18d205f782c6b8409c5773a42

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Keruak, Lombok Timur, berhasil mengembangkan produk pangan berbasis lokal. Mereka mengolah batang pepaya yang umumnya dianggap limbah menjadi keripik dengan cita rasa gurih.

Screenshot 2025 08 19 13 41 15 69 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf70622

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Produk inovatif ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa maupun warga. Kasi Pemerintahan Desa Keruak, Nurdin, menilai inisiatif mahasiswa dapat membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
“Insya Allah dalam waktu dekat akan kita adakan workshop. Rasanya enak, unik, dan warga sangat antusias. Kami berharap mahasiswa bisa melatih masyarakat agar produksi keripik batang pepaya ini dapat dikembangkan secara massal,” kata Nurdin, ketika di temui wartawan.

Apresiasi juga datang dari Ketua PKK dan warga desa yang sudah mencicipi produk tersebut. Mereka berharap keripik batang pepaya dapat segera diproduksi dalam skala lebih besar.

Dari Limbah Jadi Produk Bernilai

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNU NTB, Hasbi, M.Or, menjelaskan bahwa batang pepaya memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang jarang dimanfaatkan.
“Batang pepaya sering dianggap limbah, padahal penelitian menunjukkan adanya serat, protein, flavonoid, alkaloid, saponin, hingga enzim papain yang bermanfaat untuk kesehatan. Melalui program KKN, mahasiswa kami coba arahkan agar potensi ini bisa diterapkan secara nyata,” ujar Hasbi.

Screenshot 2025 08 19 13 41 19 53 c37d74246d9c81aa0bb824b57eaf70622

Hasbi menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan arahan Rektor UNU NTB.
“Seperti yang sering disampaikan Rektor kami, dimanapun berada jadilah mahasiswa yang membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. Jadi bukan hanya belajar di kampus, tetapi juga berkontribusi nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hasbi, selain memberi pengalaman praktik bagi mahasiswa, produk ini juga diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Keruak.

Kandungan Gizi Batang Pepaya

Ketua KKN Desa Keruak, Febrianto, menuturkan bahwa keripik batang pepaya tidak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat.

Beberapa di antaranya adalah air, serat, protein, karbohidrat, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, enzim papain, tanin, dan glikosida. Senyawa-senyawa tersebut diketahui berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan, memberikan energi, hingga bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

“Selain keripik, kami juga sedang mencoba olahan lain seperti cilok batang pepaya. Nantinya teman-teman dari Prodi Gizi akan melakukan uji lebih lanjut untuk melihat manfaat kesehatannya,” kata Febrianto.

Dekat dengan Warga

Selain mengembangkan produk pangan lokal, mahasiswa KKN UNU NTB juga mengadakan pelayanan kesehatan gratis yang disambut antusias oleh warga. Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat.

Kegiatan mahasiswa UNU NTB di Desa Keruak menjadi contoh bagaimana program pengabdian masyarakat dapat melahirkan inovasi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi desa.