Mataram – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tahun Akademik 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Offering Mata Kuliah Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, di Ballroom Atqia UNU NTB dan diikuti oleh seluruh dosen tetap, pejabat struktural, serta tenaga kependidikan.
Baca Juga:
Turut hadir Rektor UNU NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah, M.Pd.I, para wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, dosen tetap, hingga tenaga kependidikan. Forum tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi sekaligus menyusun strategi menghadapi perkuliahan pada semester ganjil mendatang.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa setiap dosen memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kualitas perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh komitmen serta kehadiran seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.
“Jadikan UNU NTB ini sebagai rumah kita sendiri. Rumah yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita bangun bersama. Kampus ini tidak akan berkembang tanpa kehadiran dan kontribusi nyata dari seluruh dosennya,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kehadiran dosen secara fisik di lingkungan kampus tetap memiliki arti penting. Selain untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi, keberadaan dosen di kampus juga menjadi bagian dari pelayanan akademik kepada mahasiswa serta upaya membangun budaya akademik yang sehat.
“Kami membutuhkan kehadiran Bapak dan Ibu dosen, bukan hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga untuk menciptakan suasana akademik yang hidup. Kehadiran secara fisik menjadi bagian dari komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan institusi,” katanya.
Rektor juga mengajak seluruh dosen untuk terus berinovasi dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan harus dikreasikan menjadi program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mendorong para dosen agar mampu mengembangkan berbagai bentuk pengabdian yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, sehingga hasil penelitian dan kompetensi akademik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tridharma perguruan tinggi harus menjadi budaya kerja. Jangan hanya mengejar laporan administrasi, tetapi ciptakan karya dan pengabdian yang benar-benar memberikan dampak. Kreativitas dosen akan menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan reputasi universitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Baiq Mulianah juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh dosen agar selalu menjaga semangat pengabdian. Menurutnya, profesi guru maupun dosen bukan sekadar pekerjaan untuk mencari penghasilan, melainkan sebuah panggilan jiwa yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Menjadi guru dan dosen bukan hanya bagian dari pekerjaan. Ini adalah panggilan jiwa. Ketika seseorang menyadari bahwa profesi ini adalah amanah, maka ia akan mengajar dengan hati, membimbing dengan ketulusan, serta mengabdi tanpa mengenal batas. Kesadaran itulah yang harus terus kita pelihara,” pesannya.
Di akhir sambutan, Rektor berharap hasil monitoring dan evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan bagi seluruh unit kerja dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kebersamaan, menjaga kekompakan, serta menjadikan UNU NTB sebagai perguruan tinggi yang semakin maju, unggul, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Melalui kegiatan ini, UNU NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola akademik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu menjadi pijakan dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Saat ini, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB terus berkembang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Barat. Setelah memperoleh izin operasional Program Studi S1 Hukum Bisnis pada 2024, UNU NTB kini memiliki 11 program studi yang tersebar di berbagai fakultas, yakni S1 Farmasi, S1 Ilmu Gizi, D3 Rekam Medis, S1 Pendidikan Sosiologi, S1 Pendidikan Seni Pertunjukan, S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Teknik Lingkungan, S1 Sistem Informasi, S1 Ekonomi Islam, dan S1 Hukum Bisnis. UNU NTB terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
